Cerita Binal Memek Sempit Dea

Rabu, Januari 20th, 2016 - Cerita Seks 17 Tahun, Cerita Sex
download

Namaku Aryo saat ini aku masih kuliah, dan umurku sudh menginjak 22 tahun. Aku sedang menjalin hubungan dengan seorang cewek, namanya Vika dia teman satu kampusku. Walau begitu aku sering mengukir cerita seks dengan banyak gadis lain, tapi kali ini aku mempunyai pengalaman cerita binal ngentot memek sempit dengan Dea, gadis binal yang masih duduk di kelas 1 SMU.

Cerita Memek Dea

Perkenalanku dengan Dea berawal ketika aku nongkrong, di tempat tongkrongan biasa aku dengan teman-teman ngumpul di situ. Kemudian datang Dea bersama Gilang temanku juga, dengan dibonceng motor Gilang Dea terlihat seksi dengan pakaian mini kaos ketat dan celana pendek.  Dia sempat melirik kearahku dan tersenyum, sedang Bagas yang mencoba menngodanya tidak dia tanggapin.

Hingga akhirnya aku bertemu lagi ketika dia berjalan dengan temannya di sebuah mal, dan saat itu pula dia menghampiri aku yang saat itu lagi makan dan kebetulan sendirian. Dengan ramah aku coba menawarkan traktiran dengan temannya juga, dan Dea tidak menolak dan saat itu juga aku tahu no pin BBmnya. Sejak itu aku sering berhubungan dengan Dea, meski lewat medsos.

Sampai pada suatu hari, ketika malam itu aku berada di sebuah club malam. Dengan seorang cewek aku bermesraan di pojokan tempat itu, Tiba-tiba duduk di sampingku Dea. Dengan cerianya dia langsung menarikku yang saat itu sedang berciuman dengan cewek.” Kak Aryo..temenin Dea dong…” Katanya dengan sikap manjanya. Mungkin karena masih ABG juga, dia tidak dapat menyembunyikan perasaanya.

Dengan ceplas-ceplos Dea selalu mengutarakan hatinya.”Siapa sich Mas..? Tanya Karin cewek yang bermesraan denganku, tapi dia bukan Vika cewekku.”Oh..adikku…” Kataku sedikit berbisik padanya, dia menjauh dariku, sedang Dea aku lihat dia masih cemberut.” Mau kemana gadis cantik..? Kataku merayunya” katanya tadi adik..kok sekarang bilang gadis..” Oops rupanya dia mendengar bisikanku tadi.

Akupun merangkulnya, ” Bareng siapa kesini..?” Dea menunjuk teman-temanya yang ada 5 orang, walau masih SMA mereka seperti sudah mahasiswa. Tapi ketika aku mengajaknya buat gabung dengan mereka Dea tidak mau,” Nggak nanti Mas Aryo…jelalatan lagi,dan lupain Dea..” Aku tetawa mendengar kata-katanya yang langsung pada intinya. Dengan mesra memelukku.

Tiba-tiba temanku si Hendra menghampiriku, dan dia mengajakku pulang tapi aku kasihan sama Dea. Akupun mengajak Dea pulang juga, dan dia mau bersamaku. Di dalam mobil aku melihat Dea diam saja nggak seperti biasanya, tpi setelah aku menurunkan hendra di depan rumahnya, Dea kembali rame. Langsung saja aku bilang “dari tadi kok diam Non…?” Tanyaku padanya.

Dengan manja dia jawab ” Aku nggak suka sama teman Mas tadi…kayaknya dia teler..” Aku tertawa mendengar perkataan Dea, orang Hendra mengantuk dibilang teler.  Dea menatapku penuh tanya, tapi aku membiarkan dia penasaran. Akhirnya dia memeluku dari samping, kontan saja aku hampir kehilangan keseimbangan. Dengan cepat aku berhenti di teepi jalan, dan dengan cepatnya Dea naik dalam di atas pahaku.

Kini dia memelukku sambil mencumbuku dalam posisi, duduk di pangkuanku. Dengan tanganku akupun merangkulnya, hingga ketika kami berciuman sambil bergumul . Secara tidak sengaja tanganku memencet klakson mobilku. tapi segera aku pindah tanganku, dengan mendekapnya kini aku berani membuka baju atas Dea, dan segera aku mainkan puting teteknya, yang berwarna coklat kemerah-merahan.

Aku lumat puting itu setelah sudah menegang, Dea menggelinjang dan mendesah ” Aaaoogghh….aaaauuugghh…aaauuuggghh…Mas….Dea…nggak..tahan..” Kini Dea melorotkan celananya sendiri, sehinnga dia sudah telanjang. Kamipun pindah ke jok belakang, Dea rebahan di sana, dan aku langsung mendaratkan ciumanku pada teteknya, melihat DEa memejamkan mata, aku turun makin kebawah.

Sampai di perut aku mainkan lidahku di perutnya, Dea mendesah dan semakin kebawah lagi aku temukan memek yang berbau khas. Dengan menatapnya sebentar akhirnya aku cium bibir kemaluannya, Dan aku julurkan lidahku semakin dalam membersihkan memek Dea. Yang semakin lama semakin basah, mungkin Dea sudah merasa horny dari tadi, karena akupun merasa ada yang asin gimana dari dalam memeknya.

Lama aku bermain di sana, tangan Dea menjambak-jambak rambutku. Akupun menekan hidungku pada memek itu dan dengan melumat klitorisnya, Dea menggelinjang bagai kuda binal, sungguh bagai dalam cerita binal yang  memuaskan , bagaimana tidak aku dapat ngentot bareng gadis cantik masih muda lagi. Akhirnya akupun merangkak menindih tubuh Dea yang terlentang di jok belakang mobil.

Langsung saja aku hujamkan kontolku pada memek Dea yang sudah basah tadi, tapi yang awalnya aku kira dapat langsung masuk. tapi tidak juga, karena berkali-kali aku coba memasukkan kontolkutidak bisa karena memek Dea yang masih sempit “Sayang…kamu pernah..main ginian…” Kataku pada Dea sambil memegang kontolku, dengan lugunya dia bilang “Nggak pernah Mas…” katanya.

Aku cium keningnya” Kenapa kamu mau melakukan sama Mas..?” Dengan lembut Dea memelukku sambil berkata “Dea suka sama Mas Aryo..” Mendngar Dea aku semakin ingin memberikan kepuasan padanya, dengan perlahanku menuntun kontolku pada lubang memek Dea. sampai akhirnya setelah beberapa kali mencoba, masuklah kontolku pada memek Dea, dan diiringi jeritan Dea.

Aku hendak mencabutnya namun Dea menggeleng, dan akupun menggoyang pantatku, dengan pelan-pelan. Akhirnya Dea mendesah kenikmatan “Aggh…aaagghh…aaagghhh…Enak…..Mas….terus….aaaauugghhh….aaaauugghhh…Mas…..aaagghhh” Akupun semakin cepat memutar pantat dan melakukan gerakan turun naik dengan cepat, saat itu juga Dea tersenyum menatapku dari bawah.

karena aku begitu gencar menggoyang, akhirnya aku merasa kalau aku akan meluapkan lahar hangat dari dalam kontolku. Dan dengan memelukku erat Dea dari bawah, saat aku luapkan itu aku mengejang dan semakin menekan tubuhku pada tubuh DEa. Yang saat itu juga menggelinjang kepanasan menahan kenikamtan dari permainan ini . Saat itu juga aku mengrang “Ooouugghh…oouugghhh..”

Dea dengan penuh mesra mendekap tubuhku, bagai dalam cerita binal, kami saling mendekap erat. Lalu aku melihat Dea mencium pipiku berkali-kali. Sungguh sikapnya masih seperti anak-anak yang masih ABG, tapi aku mengakui  kenikmatan memek Dea yang sempit dan begitu hangat. Saat itu juga aku peluk dia, bahkan kami lama di tempat itu, tanpa menghiraukan kalau-kalau ada orang lewat.

Cerita Binal Memek Sempit Dea | Cerita Dewasa Loe | 4.5