bokepstar.me

Cerita Dewasa Ngentot Memek Teman Pacarku

Jumat, Januari 29th, 2016 - Cerita Hot Selingkuh, Cerita Sex

Seorang teman bahkan sahabat sekaligus terkadang dapat mengkhianati kta, jadi pintar-pintar diri kita untuk menilai seorang yang akan menjadi sahabat kita. Karena aku pernah mempunyai kisah tentang cerita ngemot memek pacar temanku. Aku biasa di panggil Leon baik di rumah maupun di kantor, karena saat ini aku bekerja di salah satu perusahaan bagian staf personalia.

Di umurku yang sudah menginjak angka 27 tahun . Aku belum menikah tapi selalu melakukan cerita hot dengan setiap pasanganku, dan kebetulan hampir 2 bulan ini aku lagi jomblo. Entah kenapa aku masih enggan mencari cewek, tapi ada salah satu cewek yang membuatku selalu membayangi wajah dan senyumnya. Tapi aku tahu kalau aku tidak dapat mendekatinya.

Karena dia tidak lain adalah cewek dari temanku sendiri, Bagas. Nama cewek itu Najwa, dengan wajah yang mirip orang timur tengah dan tubuhnya yang seksi. membuatku selalu trbayang akan wajahnya, bahkan aku merasa cemburu ketika dia berduaan dengan Bagas temanku sekaligus pacarnya. Tapi aku berusaha menyembunyikan perasaanku yang sebenarnya.

Hingga pada suatu hari, aku bersama teman-temanku pergi ke salah satu rumah teman kami. Namanya Ria tidak lupa juga Najwa ikut bersama kami, tapi aku tidak melihat Bagas di sana. Hingga akhirnya waktu kami akan pulang , tiba-tiba Najwa bilang kalau dia mau numpang mobilku karena dia tidak bawa mobil karena tadi numpang sama Rosa. Yang kini malah pulang bareng cowoknya.

Selama dalam perjalanan kami tidak banyak ngomong, tapi akhirnya Najwa memulai obrolan terlebih dahulu “Mas Leon..kok sering sendirian mana ceweknya..” Aku menjawab tanpa menoleh kearahnya “Saat ini ada sich cewek yang aku suka tapi sayang..” Aku coba menggantung kataku “Sayang kenapa Mas..” Katanya padaku ” Dia udah punya cowok jadi tinggal aku.. gigit jari..” Kataku sambil melirik padanya.

Cerita Seks Terbaru

Rupanya Najwa menegerti dengan sindiranku, karena memang aku sering memberikan perhatian padanya. Walau tidak nampak pada orang lain, seketika juga Najwa diam dan aku pura-pura fokus mengemudikan mobil, lama kami tidak ada yang membuka suara lagi. Sampai di rumah Najwa akupun menghentikan mobilku, Saat dia hendak keluar dengan agak memaksa dia bilang untuk mampir.

Sebenarnya aku males tapi karena dia memaksa. Akupun masuk kedalam rumahnya di sana kami berpapasan dengan Mamanya yang hendak pergi terburu-buru “Aduh sayang dari tadi Mama telpon koko ga bisa…” Najwa balik nanya “Ada apa Ma..” Mamanya memegang tangan Najwa dan berkata “Mama malam ini mau ke Surabaya karena nenek sakit..jadi kamu hati-hati ya..” Kata Mama Najwa.

Sebenarnya nenek Najwa sering kambuh dari penyakitnya maklum dia sudah tua. Dan mama memang langsung pergi jika hal itu terjadi, dan sebagai anak tunggal dari orang tuanya yang Papanya sudah meninggal kini tinggal Najwa sendirian di rumahnya. karena dia memang memakai jasa pembantu yang pulang tiap malamnya, dan baru datang besok paginya.

Melihatnya sendirian aku jadi kepikiran “Gimana kalau aku nginep di sini Najwa..” Dia tidak menjawab tapi aku tahu kalau dia butuh teman “Nanti ngerepotin Mas..” Diapun menjawab akhirnya, dan akupun memutuskan untuk menemani Najwa malam ini. Kamipun mengobrol di ruang tengahnya, tapi akhirnya aku menyuruh Najwa untuk masuk dalam kamarnya, dan aku sendiri.

Tidur di ruang tengah itu. Dengan membuka kaos kaki serta mengendurkan pakaian kantorku aku mencoba tidur dengan memakai selimut yang di berikan oleh Najwa, tapi aku tidak dapat memejamkan mata, akhirnya aku membuka Hpku dan membaca cerita hot di situs internet. Saat itu juga aku terbawa cerita itu, akhirnya akupun menutup dan kembali melamun sendiri diruangan itu.

Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam lewat, tapi aku belum bisa memejamkan mata. Hingga akhirnya ketika aku memegang kontolku sendiri di dalam selimut karena terpengaruh pada cerita hot tadi. Tiba-tiba Najwa menghampiri aku yang belum tertidur, tapi lampu di ruangan itu sudah redup, dia menundukkan kepalanya di depan wajahku sambil memandangi wajahku.

saat itu juga aku buka mataku, Najwa kaget sejenak kami saling pandang tapi begitu dia hendak berpaling aku langsung mendaratkan bibirku pada bibirnya. Tidak harus menunggu lama karena akhirnya aku tarik tubuhnya hingga dia berada di atasku, dengnan lebih dekat dan lebih mesra aku lumat bibirnya, dan Najwa membalas kuluman bibirku padanya.

Tubuhnya sudah memakai baju tidur yang begitu tipis, dengan mengelus lekuk tubuhnya sambil terus mencium bibirnya membuat Najwa mendesah “Eeuummpphhh…..eeeuupphhmmm..oughhhhhh..” saat itu pula aku buka baju Najwa kemudian aku buka bajuku sendiri, tapi masih tetap dngan melumat bibirnya yang begitu seksi dan nikmat juga bibir ini.

Setelah agak lama akhirnya aku yang sedari tadi membelai tubuh bugilnya, kini menyusuri setiap lekuk tubuhnya dan ketika wajahklu berada di depan memeknya. Aku dekatkan wajahku seketika juga aku cium bibir memeknya semakin kedalam aku sedot memek itu, “Oouugghh…oouugghh…oouugghh…Mas Leon…oouugghhh…” Kata Najwa di dalam desahanya.

Aku julurkan lidahku menggelitik klitoris yang di tengah-tengah memek itu. Najwa mengangkat tubuhnya sedikit hingga kini dia melihatku yang terbenam pada memeknya, sambil menjambak rambutku bahkan sesekali dia remas teteknya. Najwa mendesah-desah bahkan menggelinjangan hingga tubuhnya serasa bergetar hebat, tapi aku tetap mengemot memeknya sampai lama.

Bagai dalam cerita hot dia mengrrang kenikmatan “Su..dah …Mas…ooouuugggh..oouugghh…oouuugghh..te…rus….mas…” kata-kata yang dio ucapkan Najwa sudah tidak lagi aku mengerti, akhirnya akupun merangkak dan menindih tubuhnya dengan memasukkan kontol perlahan. Aku kulum juga bibirnya, saat aku rasa kontolku masuk kemudian aku gerakan pantatku.

Dengan melakukan gerakan maju mundur membuat Najwa mengerang tapi seolah dia tahan sehingga terdengar seperti tercekik “Eggghh…eeeegghhh….aaggh….Nik…mat…” Katanya sambil meraba-raba ppunggungku dan membelainya dengan lembut, dan membuatku semakin bergairah dengan belaian tangannya, semakin cepat pula aku menghentakkan kontolku pada memeknya.

Kini memek Najwa yang serasa mengemot kontolku seperti ada yang berusaha menyedot kontolku, hingga aku bernafsu dan bergairah sekali. “sa..yang…akuk…nggak..tahan..a..ku ..kelua..rin …ya..” kataku sat utu juga Najwa menggangguk bahkan kini tangannya mencakar punggungku bukan lagi membelai mesra mungkin diapun akan klimaks.

Dengan semakin mempercepat gerkanku pada memeknya Najwa mengerang panjang”Mas…Le….on…oouugghh….aaagghhh…aaagghhh…aaagghhh..” Dia memegang erat lenganku dan membelalakkan matanya. Saat itu juga aku mengejang dan menahan sesuatu tapi akhirnya jebol juga, keluarlah larva kental dari dalam kontolku yang serasa hangat dan nikmat tiada tara.

Aku mendekapnya “Uugghh..uugghh..aaghgh..aagghh…” kamipun saling dekap dan aku lemas di atas tubuhnya. Tapi Najwa memelukku degan mesrta. Tanpa berkata apa-apa kami tertidur berdua malam itu di sofa ruang tengah najwa. bahkan kami terbangun ketika mendengar suara di dapur, aku membnagunkan Najwa. Dan menggendongnya ke dalam kamarnya dia.

Di dalam kamar itu kami mandi di kamar mandinya yang cukup sempit jika berduaan mandinya. Tapi kami melakukan hal itu dengan penuh kemesraaan, akhirnya setelah rapi kami bersiap untuk beragkat namun sebelum itu masih sarapan dulu. Dan aku sempat melihat kalau pembantunya melirik kearah Najwa, bahkan sempat aku dengar saat mereka berbisik di dapur.

Dan hal itu mmbuatku senang juga “wah..mbak Najwa ..kini sudah gede ya..berani bawa cowok nginep apalagi..” Belum pembantunya selesai bilang ” Hei..Bi..jangan keras-keras najwa malu..jangan bilang mama ya bi..” Dia menjawab ” Siip..cowok mbak Najwa cakep dech..beda sama..” Dan entah apa lagi yang mereka bicarakan karena aku langsung pergi dari tempat itu.

Setelah itu aku mampir kerumah untuk berganti baju, dan pergi bareng ke kabntor. Sesampainya di kantor kami bertemu degan Bagas dan Najwa langsung di bawa olehnya tinggal aku yang masih belum sadar dengan apa yang terjadi sebenarnya, bagai tidak terima kalau Najwa cewek dari Bagas. Pingin rasanya aku tarik tangan Najwa dan bergandengan bersamaku, namun itu hanya tinggal hayalan saja.

Cerita Dewasa Ngentot Memek Teman Pacarku | Cerita Dewasa Loe | 4.5