Cerita Hot Janda Binal Tetangga Sebelah

Minggu, Januari 24th, 2016 - Cerita Dewasa Tante, Cerita Sex
download

Mbak Astrid merupakan tetanggaku, umurnya masih muda karena kalau tidak salah sekarang dia masih menginjak usia 24 tahun. tapi sudah menjadi janda setelah bercerai dengan suaminya yang aku dengan tidak kuat di dalam memenuhi batiniah Mbak Astrid, karena menderita penyakit tertentu. Sedangkan aku yang pas bersebelahan rumahnya, sangat dekat dengannya.

Cerita Hot Janda Binal

Apalagi aku sering menggodanya, dia biasa memanggilku Baim.  Saat ini aku masih duduk di bangku SMU berarti umur kami beda 6 tahun , karena aku berumur 18 tahun. Pernah suatu hari mbak Astrid numpang motorku saat aku hendak berangkat sekolah dan dia sendiri mau kepasar. Kala itu dia memeluk tubuhku dengan eratnya, sampai-sampai teteknya yang lumayan gede terasa empuk di punggungku.

Dengan cara melewati jalan yang agak berlubang, teteknya semakin terantuk-antuk pada punggungku. Dan aku kira mbak Astrid sengaja melakukannya karena dia tidak berusaha ke belakang duduknya walau hanya sedikitpun. Tiba di sekolah aku masih membayangkan tetek mbak Astrid yang begitu empuk, saat aku senyum-senyum sendiri Irwan temanku meledekku.

karena aku memang di kenal mesum dia bilang ” Pasti pikiran mesum lagi..” Aku menoleh ke arahnya dan bilang ” Bukan lagi Bro tapi ini tentang cerita binal..” Irwan mendekat dan bilang ” Mau dengar dong…” Dengan sombongnya aku bilang ” Belum saatnya Bro..ntar ya..” Kamipun berjalan menuju kantin sekolah, dan seperti biasa aku menggoda gadis-gadis yang berpapasan denganku.

Sebenarnya di sekolahku ada banyak gadis yang mencoba mendekatiku, tapi aku kurang suka jika harus berhubungan dengan gadis seuasiaku. Menurutku mereka terlalu rempong dengan penampilan dan bisa-bisa terlalu posesif pada cowok mereka sendiri. Aku pernah menjalin hubungan dengan Rika teman sekelasku tapi hanya berjalan beberapa minggu, nggak tahan juga dengan sifat manjanya.

Mending aku bahas cerita binal dengan mbak Astrid, setelah hampir setiap hari aku coba merayunya. Hingga pada suatu ketika, di saat aku ke rumah mbak Astrid mau mengantar pesanan kuenya pada mamaku. Aku mencoba memanggilnya tapi tidak ada jawaban juga, akhirnya aku ke samping rumahnya karena aku tahu letak kamar mbak Astrid, yakni di samping kanan, pas berhadapan dengan kamarku.

Tapi terpisah oleh tembok pagar, walau begitu aku sering mengintip mbak Astrid ketika dia di dalam kamarnya sedang tiduran, atau melakukan apa saja selama jendelanya tidak tertutup. Dan benar saja ketika aku sampai pada samping kamarnya, aku melihat dari jendela ternyata siang itu mbak Astrid sedang tidur. Dengan mengambil batu kecil aku lempar padanya.

Namun dia tetap saja tidak terbangun, sampai akhirnya ketika kerikil ketiga aku lempar dan mengenai teteknya diapun terbangun. Dengan mengejutkannya dari jendela membuat mbak Astrid malu, karena saat itu dia tidur hanya memakai mini daster dan tersingkap sampai aku dapat melihat pangkal pahanya yang mulus, bahkan celana dalamnya aku tahu kalau berwarna merah.

Ketika dia menyruhku buat kedepan akupun pergi ke arah pintu depan, dan aku masuk ke dalam rumahnya. Mbak Astrid langsung pergi kebelakang setelah membuka pintu tapi tidak mengambil barang yang ada di tanganku, dan akupun mengikutinya dari belakang tanpa dia minta. Ternyata mbak Astrid masuk krdalam kamar mandinya, Diapun menoleh ” Ayo..mau ikutan mandi…” Aku hanya nyegir kuda.

Lama juga nunggu mbak Astrid mandi, untung aku pamit mau ke rumah Andre sama Mama setelah mengantar kue ini. Jadi dia tidak teriak-teriak memanggilku, karena sudah biasa kalau aku berada di rumah mbak Astrid mama selalu memanggil. Setelah agak lama akhirnya mbak Astrid keluar dalam keadaan memakai handuk, dasar cewek binal dia memang sengaja memakai handuk yang sebatas pahanya.

Sambil tersenyum masuk dalam kamarnya, dan sekali lagi aku lihat dia tidak menutup pintunya. Tanpa menunggu di panggilnya akupun mendekat pada kamarnya, saat itu juga aku melihat mbak Asrid memilih baju pada lemarinya sedang handuk yang menempel pada tubuhnya sudah berada di atas kasur, jadilah mbak Astrid telanjang bagai bayi. Melihatku berada di pintunya.

Dengan santai mbak Astrid bilang “Hei…tunngu sana…mbak masih mau..” Belum sempat mbak Astrid meneruskan kata-katanya aku langsung mendekat dan memeluk tubuh bugilnya. ” Mbak…tubuhmu¬† harum…” Diapun menjawab ” Baim…kamu nanti di panggil mamamu…” Katanya dengan nada yang hampir mendesah ” Nnggak mbak…baim pamit mau kerumah teman…” Kataku sambil mencumbunya.

Dengan mencium belakang lehernya, mbak Astrid menggelinjang, kesempatan bagiku untuk meneruskan permainan tanganku. Aku raba-raba tubuh bugil mbak Asrid mulai dari pundak lengan dan sampai juga pada teteknya, yang empuk dan terasa hangat meskipun dia baru saja mandi. Dari belakang sambil memeluk tubuhnya aku remas tetek Mbak Astrid, diapun mendesah.

Setelah itu aku membalikkan tubuhnya menghadap padaku, saat itu juga aku menunduk untuk melumat teteknya. sambil memilin putingnya yang mencuat, mbak Astrid menggelinjang “Aauugghh…aauuggghh….ooouugghhh…te…rus…sa…yang…” katanya seraya menjambak-jambak rambutku. Seperti dalam cerita dewasa kamipun semakin liar melakukan permainan ini.

Mbak Astrid mendorong tubuhku ke atas tempat tidur, akupun terbaring dan dengan leluasa mbak Astrid membuka bajuku dan menggerayangi tubuhku yang telah bugil juga. Saat berada di depan kontolku dia menatapnya sejenak lalu dengan buasnya dia lahap dan mengulumnya di dalam mulutnya yang mugil.” Ckckck..eeuussseessss…..ckckckc…uuugghhh….a..duh….mbak….uuugghhhh…” Aku menikmatinya.

Dengan memejamkan mata aku ingin menikmati setiap sentuhan tangan mbak Astrid pada kontolku, kini dia mengocok dengan gerakan ke atas dan kebawah. Semakin lama semakin cepat dan ketika aku sudah merasa akan klimaks, aku angkat tubuh bugil mbak Astrid. Dengan semangat yang menggebu aku masukkan kontolku pada lubang memeknya, dia menggigit bibirnya sambil memndang kontolku.

Dan ketika kontolku melesat kedalam memeknya, aku buat gerakan maju mundur dan sesekali menghentakkan kontolku ” Aaauuggghhh….aaauugghh..oouugghhh…sa…yang….e..nak….mbak…” Aku tidak tahu apa saja yang aku katakan hingga membuat mbak Astrid tersenyum, sambil mengelus-elus pundak dan lenganku dia berdesis.

Seperti pemain cerita dewasa, Mbak Astrid mengganti posisinya kini dia mengangkat kakinya ke atas dan menyuruhku menyodok memeknya semakin keras. Puas dengan posisi itu kini dia menungging tanpa menunggu aba-aba darinya aku langsung memasukkan kontolku dari belakang “Aaauugghh…te..rus…Baim…aaauugghh…nik…mat…sa…yang…oouugghh..ooouugghh…” Desah Mbak Astrid.

Karena lama juga aku menngoyang dari belakang, akhirnya mbak Astrid kembali terlentang dan melebarkan pahanya . saat itu juga aku hujamkan kontolku pada memeknya, dia menggelinjang kenikmatan. Bahkan kini tubuhnya sudah tidak dapat mengimbangi permainanku karena terlalu keras dan cepat juga aku enggoyangnya, hingga dia memeluk tubuhku dengan erat.

Saat itu juga aku mngejang dan sesaat menahan nikmat, aku merasakan kalau mbak Astrid menggigit pundakku sambil terus mendekapku, mungkin dia mencapai klimaks yang begitu sempurna. Di saat aku terhempas di sampingnya dia langsung merangkak dan memeluk tubuhku dari atas, aku masih capek ketika mbak Astrid kembali memainkan kontolku. tapi ketika aku akan beraksi kembali.

Tiba-tiba ada suara HP berdering, setelah melihat panggilan masuknya . Mbak Asrid segera turun dan menyuruhku pergi dari belakang, sedangkan dia sibuk memakai pakaiannya kembali. Aku enuju kebelakang tapi belum pulang, ketika aku intip ternyata mbak Astrid kedatangan tamu seorang pria. Saat dia masuk dia langsung menghujani mbak Astrid dengan ciuman.

Dan aku lihat tangannya membuka baju mbak Astrid, dan tidak berpa lama kemudian mereka sudah sama-sama telanjang bulat. Tanpa memasuki kamar tidu, mereka melakukan hal itu di kursi ruang tamu mbak Astrid, dan anehnya aku lihat mbak Asrid tanpa lelah tetap melayani pria itu dengan nafsunya yang begitu binal. Aku mengintp permainan mereka berdua sampai berakhir.

Cerita Hot Janda Binal Tetangga Sebelah | Cerita Dewasa Loe | 4.5