Bokep

Cerita Panas Nikmatnya Memek Anak Tiriku

Senin, Januari 18th, 2016 - Cerita Seks 17 Tahun, Cerita Sex

Cerita ini bermula ketika aku menikahi seorang janda dengan satu anak gadisnya. Kami berkenalan ketika dia berjualan di salah satu pasar modern di Surabaya, sedangkan aku yang seorang pemasok daging ayam dalam pasar tesebut, namanya Sundari sedang anak gadisnya Lena. Aku yang seorang duda juga karena di tinggal pergi oleh istriku sendiri yang memilih pria lain karena merasa kurang menikah denganku.

Tapi dalam diri Sundari aku melihat kalau dia wanita baik-baik, dengan bantuan seorang teman akhirnya kamipun dekat dan kini sudah menikah. Ternyata umur kami jauh berbeda, Sundari berumur 40 tahun sedangkan aku 35 tahun. tapi mungkin karena Sundari pintar merawat diri dan dengan tubuhnya yang luwes, dia terlihat lebih muda sedangkan aku berpostur tinggi walau tidak gendut tapi aku memelihara kumis.
Cerita Dewasa Anak Tiri

Mungkin kumis inilah yang membuat aku terlihat lebih dewasa, dalam hati  tidak terbesit olehku untuk mengukir cerita panas. Tapi hal itu aku lakukan juga bahkan dengan orang yang seharusnya aku anggap anakku, dia adalah anak dari istriku. Namanya Ayu saat ini dia masih duduk di bagku SMU kelas 2, hampir setiap hari aku selalu makan siang dengannya karena istriku belum pulang jam segitu.

Aku melihat kalau Ayu merupakan gadis yang manja dia sering meminta uang jajan yang lebih sama ibunya, dan istriku sering menuruti permintaanya. Bahkan aku pernah melihat Ayu bersama teman cowoknya bermesraan di atas motor yang ia tumpangi. Tapi aku tidak dapat menegurnya karena itu tadi, istriku terlalu memanjakan dia. Dari pada nanti aku di kira terlalu ikut campur dengan anaknya itu.

Hingga pada suatu hari saat aku basah karena hujan yang mengguyur, aku langsung masuk kedalam rumah setelah memarkirkaan mobilku di halaman rumah. Dan langsung mandi di kamar mandi, setelah keluar aku terkejut melihat Ayu berada di atas tempat tidurku “Lho..kok tiduran di kamar ini Yu…”¬† Dengan tenang dia jawab “Dingin Om..mana kamar Ayu bocor lagi..” Akupun bilang ” ya sudah Om ganti baju dulu nanti Om benerin..”.

Tapi aku tidak melihat Ayu pergi dari dalam kamarku” Ayu..Om mau ganti baju” Kataku sambil menekan kata-kataku ” Ya..nggak pa-pa Om..” Kata Ayu meniru perkataanku, diapun membelakangi aku. Walau risih akupun ganti baju tapi ketika hendak membuka handuk dan mengambil celana, tiba-tiba Ayu berpaling dan menghadap padaku. Aku tidak sempat mengambl celana ketika dia mendekat padaku.

Aku terdiam ketika tangan Ayu mengulum kontolku, “Ayu..apa-apaan kamu..” Kataku berusaha menarik kontolku tapi dengan tangannya diaa memegang pantatku. Kini kontolku sudah dalam mulut Ayu semua sedang tangannya melingkar erat di pantatku, akhirnya kontolku benar-benar berdiri didalam mulut Ayu. Kini tanganku membelai -belai rambutnya dan melihat aksinya yang melumat kontolku.

Dengan melumat sambil membuka bajunya sendiri, sehingga Ayu sudah dalam keadaan tlanjang bulat. Sambil berjngkok di depan kontolku yang dia lumat dan sesekali tangannya mengocok kontolku yang sudah menegang tegak.”Aaauugghh…aaauuugghhh…Ayyyyy..uuu…aaauugghh…oogghh..” Akupun mengerang karena tidak kuat juga menahan kenikmatan yang di berikan oleh Ayu.

Terdengar hujan yang begitu derasnya di luar, hingga ketika aku mengerang lagi aku puaskan dengan lebih keras “Oouugghh..Ayu…sa…yang…ooouugghh…oouuggghhhhh….” Akupun mengngkat tubuhnya karena sudah tidak kuat lag menahan nikmat, akhirnya seperti dalam cerita panas aku gendong tubuh Ayu, anak tiriku keatas tempat tidur biasa aku gunakan untuk bercinta dengan ibunya

Dia menatapku penuh nafsu dan menarik tanganku ketika aku merebahkan tubuhnya, Dengan pelan aku cium bibirnya yang sudah melumat kontolku. Saat it pula aku menindih tubuhnya, sementara kontolku berusaha menyelinap masuk kedalam lubang memeknya. Dengan penuh kesabaran akhrnya kontolku masu juga, dan segera aku goyang Ayu dengan gerakan naik turun, sambil meremas buah dadanya yang tidak sebesar punya ibunya.

Ayu menatapku sambil meraba-raba punggngku, tapi ketika aku mempercepat goyanganku diapun merem melek sambil mendesah”Om…Te….rus….Om…aaagghh…aagghh..aaghh ” Kini tangan Ayu bukan lagi meraba tapi mencakar-cakar punggungku sambil engmbangi goynganku seraya mengerang” Aaaghh…aaghh…ooouuggghh…ooouugghhh….ooouugghh….ayo…Om..terus…”

Aku hentakkan kontolku dalam memeknya dan sesekali aku putar pantatku di atas memeknya, sehingga kontolku serasa mau menebus memeknya. Ayu mengerang sampai-sampai mengalahi suara hujan yang deras “Om…Terus…om…oouugghh…ooouugghh…oouugghh..” Saat itu juga spermaku muncrat dalam memeknya, Ketika aku berusaha menariknya Ayu malah menekan pantatku lebih keras pada memeknya.

Diapun tersenyum sambil membelai-belai rambutku yang mengusap keringat di keningku, sedangkan aku yang terkulai di atasnya hanya bisa melihtnya. Sungguh aku merasa puas bermain seks dengannya dari pada dengan ibunya. Ini sebuah cerita panas yang paling hebat dalam hidupku. Aku menatapnya dan mencium keningnya dan bibirnya juga diapun membalas dengan mesra.

Sejak saat itu kami sering mengukir cerita panas dengan anak tiriku, bahkan ketika aku bersama Ibunya, Ayu terlihat cemburu. Dan mengirim sms padaku kalau dia ingin seger di pelukku, dan saat itu juga aku kebelakang dimana Ayu sudah menunggu setelah berpelukan, dia kembali ke kamarnya. Karena aku sudah berjanji akan tidur dengannya malam ini.

Cerita Panas Nikmatnya Memek Anak Tiriku | Cerita Dewasa Loe | 4.5