Cerita Seks Bercinta Dengan Tante

Rabu, Januari 20th, 2016 - Cerita Dewasa Tante, Cerita Sex
download

Namaku Juna umurku 24 tahun , saat ini aku bekerja sebagai pengantar pesanan makanan dari sebuah resto terkenal di Jakarta. Walau begitu pekerjaan ini aku lakukan mulai dari aku masih kuliah sampai kini karena aku masih menunggu panggilan lamaran pekerjaan kantor, yang lagi aku tunggu. dan aku membawa asik saja dengan pekerjaan ini, karena dari sini pula aku banyak mengenal cewek.

Karena penampilanku yang cukup trendi dengan muka yang bisa di bilang cuakep abis. Tapi saat ini aku lagi jomblo setelah sebulan lalu aku putus dengan pacarku Tita, yang harus berangkat ke luar negeri untuk meneruskan kuliahnya, dan aku pikir untuk tidak lagi menjalin hubungan dengan cewek karena sakit juga di tinggal kayak gini. Hingga akhirnya aku mengukir cerita seks dengan orang asing.

Cerita Seks Tante

Kami sama sekali tidak saling kenal. tapi karena nafsu yang memuncak di antara kami, terjadilah cerita seks yang begitu menggairahkan jika aku tuang dalam cerita kali ini. Sebenarnya aku bukan tipe cowok yang suka bermain seks dengan semabrang orang, tapi karena dia wanita yanag begitu menggairahkan akhirnya aku terjerat padanya. Dan aku tidak pernah menyesali semua ini.

Sebut saja dia tante Ifa, dia seorang wanita karir yang sukses  tapi tidak menikah juga. Padahal aku pikir umurnya sudah 38 tahunan, tapi tubuhnya yang bahenol dan kulitnya yang putih mulus membuat dia tidak kalah dengan gadis 20 tahunan. Dan rambutnya yang sebahu menambah daya tariknya sendiri, pertama melihatnya aku langsung terpana di tambah dengan aksi permainan seksnya.

Hari itu sekitar 10 pagi aku berangkat mengantar makanan yang di pesan oleh seseorang. Dan setelah sampai pada alamat yang di tuju aku langsung turun dari motorku, dan memencet bel berulang kali, akhirnya ada suara yang menyahut dari dalam sambil teriak “masuk saja..” Akupun masuk dan di ruang tengah yang berada satu dengan ruang tamu itu, aku melihat seorang wanita sedang latihan yoga.

Dengan menyilangkan kaki dia dalam posisi yoga, dia terlihat begitu fokus. Dan ketika aku  menunggu sambil menatapnya,tiba-tiba dia membuka mata dan sepertinya dia juga malu padaku ” Maaf ..silahkan duduk saya ambil uang dulu..” Akupun duduk di kursi ruang tamunya, karena kontolku dari tadi berdiri setelah melihat tubuh mulusnya yang hanya memakai Celana pendek ketat dan atasan seperti BH.

Mirip pemain dalam cerita seks, dia terlihat berjalan menghampiriku. Akhirnya aku memberanikan diri bilang ‘ Maaf boleh saya pinjam toiletnya sebntar..” Dia tersenyum dan  bilang ” di dalam…sini dalam kamar..” Katanya dengan menunjuk sebuah kamar, dan aku yakin itu kamar utama dalam rumah itu. Di dalam kamar  mandinya aku membayangkan wajah dan tubuhnya tadi.

Betapa aku di buat sibuk oleh kontolku yang tidak mau lemas juga, akupun lama di dalam kamar mandi hingga akhirnya terdengar pintu di ketuk “Sudah Mas…?” aku bingung dan menjawab ” ya..mbak sebentar lagi…” Tapi kontolku tidak mau bersahabat, akhirnya aku mencoba menutupinya dengan bajuku dan segera keluar dari kamar mandi. Sampai di luar aku melihat dia melirik bagian pangkal pahaku.

Aku menjadi risih, apalagi saat dia bilang ” Wah..kenapa burungnya mas..” Dengan bersikap seolah santai aku jawab ” Biasa Mbak..kalau lihat yang kinclong dikit dia langsung berdiri..pingin di elus mungkin ” dan betapa aku terkejut dengan jawabannya ” ya..sudah bawa kesini… ” dan tanpa menunggu lama dia menghampiriku dan langsung membuka celanaku.

Kini terlihatlah mengacung kontol yang dari tadi berusaha keluar dari dalam celanaku, dengan cepat dia mengulumnya dalam mulut mungilnya. Dengan gerakan keluar masuk sehingga kontolku merasa semakin geli dan nikmat, dengan gerakannya. Aku hanya berdiri di depannya, tanpa lagi memikirkan hal lainnya. Dengan bantuan tangannya dia begitu lincah memainkan kontolku.

sampai-sampai aku memejamkan mata menikmatinya “Aaagghh…uuugghhh…..uuuuueeeeemmmmppp….” Semakin dia mengulum seluruh kontolku di dalam mulutnya.  Dan aku tidak tahan juga akhirnya, dengan memegang pundaknya aku angkat dia, agar berdiri seperti aku juga. Dan perlahan aku mengajaknya ke pinggiran sofa. Dan tanpa aku suruh dia menungging akupun berinisiatif.

DEngan langsung menghujamkan kontolku dalam memeknya dari belakang, sudah terasa masuk akupun menggoyangnya. Dan dia mengerang ” Agghh..aaagh….aaagghh…aaagghhh…aaagghh…sa..yang…” Bukan hanya melakukan gerakan maju mundur tapi aku putar-putar juga kontolku dalam memeknya hingga dia beberapa kali mendesah. sambil berpegangan pada sofa.

Setelah puas dalam posisi itu, aku membalikkan badnnya dan mengambil kakinya dan meletakkannnya pada pundakku. Setelah itu mengarahkan kontolku pada memeknya ” Uuugghh…uugghhh …sa..yang…terus…sayang…” Dengan cepat aku menggoyangnya hingg keringat keluar dari tubuhku, dan dia dengan penuh kemesraan mengusap keringatku itu, sambil meraba-raba tubuhku.

Akhirnya aku mempercepat goyanganku dan dia semakin mendesah panjang. Dan menurnkan kakinya mungkin sudah tidak kuat dengan kenikmatan. Aku merengkuh badannya dalam dekapanku. Dan dengan sekuat tenaga aku menggoyangnya “Oouuggghhh…ooouuugggggghhh…ooouuugghhh…aku..nggak tahan ..tante..” Semakin aku mempercepat gerakanku dan menbuat dia juga mengerang.

layaknya dalam cerita seks yang selalu mengerang, bagai anak kecil yang merengek. Dia memejamkan mata seakan tidak mau melewati kenikamatan yang dia rasakan. Setelah cukup lama aku menghujamkan kontolku, akhirnya rasa itu datang juga, bagai mengalir  dalam tbuhku dan menyatu pada pangkal pahaku. Dan crott….crot…crot………….keluarlah mani yang begitu kental dari dalam kontolku.

Sepertinya dia menikmatinya, karena setelah itu dia membuka matanya dan tersenyum puas padaku. Dengan mesra dia memeluk tubuhku hingga menyatu dengan tubuh mulusnya dan berkata ” Terima kasih ya…kamu puaskan tante…” Akupun membalas pelukannya dan bilang ” He’eh..nama tante siapa..?” Dia memandang wajahku dn berkata ” kenapa kamu mau jadi cowok tnte..” Aku hanya tersenyum.

Dengan mesra aku mencoba mencubit tangannya yang memelukku, ” Kamu nggak perlu tahu nama tante…” katanya sambil memandangi wajahku dan memainkan tangannya meraba-raba wajah dan tubuhku. ” kKalau begitu saya panggil apa..?” Diapun menjawab ” Terserah kamu..” Akupun mengangkat tubuhnya agar berada di atas tubuhku dan berkata ” Kalau begitu aku panggil kamu tante seksi…” Dia hanya kembali tersenyum.

Cerita Seks Bercinta Dengan Tante | Cerita Dewasa Loe | 4.5