Cerita Seks Nikmatnya Memek Janda Seksi

Jumat, Januari 29th, 2016 - Cerita Dewasa Tante, Cerita Sex
download

Namaku Virgo meskipun sudah banyak cerita seks yang aku lakukan dengan cewek seusiaku, namun kali ini aku menorehkan cerita seks dengan seorang janda seksi. Aku masih seorang pelajar SMU, tapi cerita seks sudah bukan lagi hal tabu dalam kehidupan anak muda sekarang, begitupun aku. Walau masih murid kelas 3 SMU tapi untuk urusan yang satu itu sudah menjadi makanan bagiku.

Cerita Seks Janda Seksi

Mungkin karena wajah kerenku yang membuatku gampang mendapatkan gebetan baru. Walau di cap sebagai play boy tapi masih saja banyak cewek yang mau menjalin hubungan denganku. Tapi ada sesuatu juga yang mendukungku untuk menggaet cewek-cewek itu, yakni fasilitas mulai dari mobil dan sifatku yang memang tipe royal jika bersama teman apalagi cewekku sendiri.

Sebenarnya aku tahu kalau sifat seperti itu, hanya akan mendapat teman yang jarang untuk menjadi seorang sahabat maupun soulmate. tapi aku memang tidak memperdulikan hal itu, hingga pada suatu hari aku merasa menemukan seorang soulmate. Karena sejak mengenalnya aku selalu ingin bertemu bahkan bersamanya lama sekali. Tapi hal itu tidak dapat aku lakukan karena status kami.

Dia seorang janda muda, mungkin umurnya baru 22 tahun. Karena ketika aku menanyakan tentang dia pada salah satu teman kerjanya, aku dengar kalau dia menikah dengan suaminya hanya bertahan 4 bulan. Karena suaminya yang merupakan orang kaya itu ternyata seorang buaya, dia sudah memiliki istri yang kemudian membantunya untuk lepas dari pria itu.

Karena pernikahan itu adalah ide dari orang tuanya, sejak sat itu Lilis nama wanita itu. Meninggalkan rumahnya dan mencoba untuk hidup di tempat kos sendirian. Sebenarnya sudah banyak pria yang mencoba mendekatinya, tapi di tolak oleh Lilis apalagi dengan pria kaya dia selalu menghindar karena sudah trauma dengan kisah dia dan suaminya.

Ketika aku mendengar hal itu maka aku mengambil sebuah rencana yakni menyamar menjadi salah satu pekerja di sana juga. Karena Lilis bekerja sebagai SPG di sebuah toko kosmetik yang ada di pusat perbelanjaan besar di kota ini. Akupun bilang kalau aku bekerja sebagai pelayan salah satu cafe di situ, walau sebenarnya cafe itu adalah punya Mamaku sendiri.

Hampir tiap hari aku mendekatinya, walau beda lantai dengan cafeku. Aku bela-belain menemuinya, karena itu pula Lilis akhirnya mau berhubungan denganku walau hanya sebatas teman. dan entah kenapa aku sudah senang dengan hal itu, bahkan sejak mengenal Lilis aku langsung memutuskan hubungan dengan Cewekku saat itu, karena perhatianku hanya pada Lilis.

Dan untuk cerita seks aku tidak lagi memikirkannya. Hingga setelah lebih dari 2 bulan aku selalu mendekati Lilis akhirnya ketika aku tembak dia, diapun langsung mengangguk karena perhatian yang aku berikan padanya selama ini membuat dia tertarik juga padaku. Dan seperti biasa dengan sikap lembutnya dia menjelaskan kalau dia seorang janda.

Dan di depannya aku bilang kalau hal itu bukan sebuah halangan bagi cintaku. Sudah hampir sebulan kami menjalin hubungan namun tidak sekalipun kami melakukan cerita seks, hingga pada suatu hari aku mengajaknya nonton dan setelah itu seperti biasa aku mengantarnya pulang. Tapi malam itu hujan turun dengan derasnya, setelah turun dari angkot.

Akhirnya aku masuk kedalam kamar kosnya, karena hujan yang begitu deras dan lebat mengguyur malam itu. Lilis membuatkan teh hangat untukku, dan kami mengobrol di kamarnya. Tapi ketika ada petir yang terdengar dengan kerasnya , Lilis langsung memeluk tubuhku yang saat itu berada di depannya. Mungkin karena malu atau hangat Lilis tidak beranjak dari dekapanku.

Saat itu juga aku merangkulnya, semakin berani aku mendekapnya erat. Karena tidak ada perlawanan dari Lilis akupun menundukkan kepalaku untuk menciumnya, mulai dari pipi hingga akhirnya bibirku menyentuh bibirnya yang dingin. Ketika aku melumatnya Lilis masih saja diam saja, aku kira dia memang masih malu, namun setelah lama aku memagut bibirnya dia masih sama , diam.

Ketika aku mencoba memandang wajahnya, rupanya dia memejamkan matanya. Ternyata Lilis bukan diam tapi dia memang tidak tahu cara berciuman seperti dalam cerita seks, ketika aku memandangnya agak lama, diapun membuka matanya ketika tahu kalau aku memandangnya dari tadi. Lilis langsung tengkurap pada kasurnya, sambil memegang bantal yang dia tutupkan pada kepalanya.

Rupanya Lilis malu, ketika aku mencoba menarik tubuhnya dia bilang ” Sudah kamu pergi sana….hati-hati di jalan..” Katanya dengan suara yang masih kurang jelas di dengar, karena mulutnya terbungkam pada kasurnya. Saat itu juga aku tarik bantal yang dia gunakan buat menutup kepalnya dari belakang, aku cium lehernya dari belakang sambil mengelus-elus tubuhnya.

Ketika aku balikkan tubuhnya dia diam saja. Setelah itu kembali aku melancarkan aksiku dengan cara menggerayangi tubuhnya sambil mebuka baju Lilis yang agak basah karena air hujan tadi, suara hujan masih deras ketika Lilis yang terbaring di depanku sudah polos tanpa busana, saat itu juga aku mendaratkan ciumanku pada bibirnya sambil memmbuka bajuku sendiri.

Aku telusuri tubuh Lilis hingga sampai juga pada memeknya, perlahan aku kecup dengan bibirku. Lilis menggelinjang langsung saja aku benamkan wajahku pada memek itu, dengan menjulur-julurkan lidahku agar dapat menelusuri rongga memek Lilis yang berbau khas. Dia terangsang sambil meremas-remas teteknya sendiri diapun mendesah panjang dan mengerang.

Sambil memejamkan mata “OOuugghh..oouugghh..Mas..Vir..go..e..nak..mas..nggak..ta..han..lilis…Mas..oouuugghh…” Kini dia menjambak-jambak rambutnya sendiri, saat itu juga tanganku beralih meremas teteknya dan membuaat Lilis semakin menggelinjang ke kanan dan ke kiri, sambil menggigit bibirnya dan sesekali melet-melet lidahnya sendiri.

Akupun merangkak lebih naik ke atas tubuhnya, perlahan aku masukkan kontolku yang semula aku mainkan dulu di bibir-bibir vaginanya. Sehingga tidak langsung masuk tapi memberikan sensasi geli terlebih dahulu “Ayo..sa…yang…cepat…ooouuugghh…eeehhhggghmmmm…” Dengan sekali hentakkan kontolku langsung lolos masuk ke dalam memeknya yang sudah basah.

Oleh lendirnya sendiri yang sempat keluar ketika dia merasakan nikmat dari permainan oral seks dariku tadi “Uugghh…uuugghh…uuugghhh..Nik..mat..sayang..” Kataku di sela tubuhku yang menggoyangnya, semakin lama aku semakin mempercepat gerakan tubuhku dan membuat aku merasakan akan melontarkan sesuatu dari dalam buah zakarku yang “Aaagghh..aaagghh…Lis..aagghh..aku…” Akupun mngejang.

Saat itu juga keluar lendir kenikmatan yang hangat dari dalam kontolku, Lilis mendekap tubuhku yang sudah licin dengan keringat. Walau hujan masih belum reda tapi keringat kami berdua bercucuran seperti pemain dalam cerita seks, Lilis begitu lembut membelai tubuhku yang terkulai di atas tubuhnya yang masih bugil dia belai dan sesekali menciumku berulang kali.

Sejak saat itu kami sering melakukan cerita seks. Dan aku ingin sekali menceritakan kebohonganku pada Lilis, tapi aku masih takut kehilangan dia. Yang begitu baik bahkan dia tidak pernah menuntut apapun dariku, dan aku ingin cepat-cepat lulus dari SMU ini. Dengan begitu mungkin akan lebih mudah menjelaskan pada Lilis siapa diriku sebenarnya.

Cerita Seks Nikmatnya Memek Janda Seksi | Cerita Dewasa Loe | 4.5