bokepstar.me

Cerita Sex Desahan Nafsu Janda Binal

Selasa, Februari 9th, 2016 - Cerita Dewasa Tante, Cerita Sex

Sebagai seorang laki-laki aku tidak mampu menolak ajakan Mbak Veni untuk mengantarnya ke rumah temannya malam itu. Umurku 19 tahun dan nama panggilanku Sauki, sedangkan Mbak Veni adalah seorang janda muda yang bertetanggaan denganku, paling tidak dia berumur 22 tahun. Rumahnya berjarak dua rumah dari rumahku, hampir setiap hari aku lewat depan rumahnya dan aku melempar senyum dari motorku bila melihatnya.

Mbak Veni merupakan idola di lingkungan ini, tentu saja sama para pria yang sering nongkrong di pos keamanan yang berada di ujung jalan. Dari sana juga aku tahu tentang cerita panas Mbak Veni dengan salah satu selingkuhannya, Mas Delon aku biasa memanaggilnya seperti itu. Dengan muka tampannya dia menggaet Mbak Veni yang sudah menyendiri sejak dia cerai dengan suaminya.

Cerita Sex Nafsu Janda

Walau begitu ada yang tidak aku suka dengan sikap mas Delon yang terlihat keren itu, dia mempunyai mulut celometan kayak cewek. Di buka semua permainan cerita sex yang dia lakukan dengan Mbak Veni. Sehingga memunculkan dugaan kalau Mbak Veni janda binal gampangan. Karena itu sering para lelaki yang nongkrong di tempat itu menggoda Mbak Veni, di saat dia berjalan melintasi tempat kami.

Entah apa hanya aku atau memang begitu pula dengan yang lain. Aku benar-benar tertarik pada Mbak Veni, dengan melihat wajah imutnya dan senyumnya yang manis membuat aku sudah puas melihatnya. Bahkan aku senang banget kalau mama menyuruhku untuk mengantar sesuatu ke rumah Mbak Veni, karena itu juga di jadi lebih mengenal aku dan sering membalas senyumanku.

Hingga pada suatu hari Di waktu aku pulang sekolah melewati rumah Mbak Veni. ” Sauki.. Nanti sore antar Mbak ke rumah teman kamu bisa.. ” Tanpa menunggu lama aku menjawab ” Ya Mbak.. nanti sore kan.. “Kataku seakan bersikap biasa saja, padahal dalam hatiku aku senang banget. Dan sudah tidak sabar untuk segera sore hari karena pingin banget bonceng Mbak Veni.

Waktu sore datang juga, setengah 4 sore aku sudah mandi dan merapikan diri sebelumnya aku cuci motorku. Setelah itu jam 4 pas aku berangkat kerumah Mbak Veni, dia bilang untuk menuggu sebentar, akupun menunggunya. Dan ketika dia keluar dari dalam rumahnya aku benar-benar terkesima melihat pemanpilan Mbak Veni yang kayak cewek Abg Abis. Dengan gaya kasual dia memakai celana jeans ketat dan kaos ketat bergambar lucu di dadanya.

Karena tidak dapat menahan senangnya hatiku, sampai-sampai aku tersenyum sendiri melihatnya ” Ada yang salah sama Mbak Ki… ” Mbak Veni tiba-tiba nyeletuk tanpa sadar aku pun menjawab ” Mbak Veni keliatan seksi kalau begitu… ” Dia hanya tersenyum dan naik ke atas belakang motorku, akupun berangkat menuju tempat teman Mbak veni. Yang tadi siang sudah dia katakan alamatnya.

Bukan main senangnya dalam hatiku bagai mana tidak, malam ini adalah malam minggu dengan membonceng Mbak Veni di atas motorku seakan aku sedang kencan dengannya. Dan itu merupakan suatu kebanggaan bagiku, meskipun jauh dari kata cerita sex. Apalagi ketika Mbak veni memeluk tubuhku dari belakang serasa ada yang bergetar dari dalam tubuhku, aku membuang kesempatan ini.

Dengan sengaja aku memilih jalan yang agak berlubang, biar Mbak Veni lebih erat dekapnya. Dan benar saja ketika dia sudah merapat padaku, aku merasakan kalau dia tidak berusaha kebelakang lagi. Di tambah aku pelankan laju motorku biar tambah lama dia mendekapku dari belakang, kalau ada orang yang melihat kami saat itu pasti mereka kira kami adalah pasangan kekasih.

Sesampainya di rumah teman Mbak veni dia langsung masuk sementara aku masih berada di atas motorku. Kemudian aku melihat Mbak Veni keluar dan kembali menghampiri aku ” Sauki… teman Mbak mo pergi dulu sebentar dan mbak di suruh nunggu kamu nggak pa-apa nungguin…. ” Aku langsung menjawab ” Nggak pa-pa Mbak…. sampai malam juga nggak pa-pa… ” Kataku.

Mbak Veni tertawa dan kembali berkata ” Tapi bukannya malam ini malam minggu… kamu nggak ada kencan ” Mendengar ucapan Mbak veni langsung saja aku menggodanya ” Lha.. ini kan memang lagi kencan Mbak… ” Dia kembali tertawa dan memegang tangankku untuk membawa masuk kedalam, sampai di sana aku duduk di ruang tamu sedangkan Mbak Veni masuk kedalam kamar temannya.

Tidak berapa lama kemudian dia sudah keluar dengan temannya pula ” Wah.. kamu bareng cowok Ven… ” kata temannya dan memandang kearahku, akupun memasang senyum termanis dari bibirku. Tapi Mbak Veni buru-buru membantah ” Enak saja dia tuh adikku… ” Tambah di ledek sama temannya ” Adik ketemu gede… ” Diapun tertawa dan akupun ikut tertawa sedangkan Mbak Veni terlihat malu.

Setelah pamit sebentar akhirnya teman Mbak Veni berangkat juga. Dan aku mendengar dia membawa motor, aku lihat rumah ini sepi dan aku menjadikan itu sebagai topik obrolanku sama Mbak Veni ” Kok sepi ya Mbak.. ” Mbak Veni menjawab tapi tangannya bermain tabletnya “He-eh.. orang tuanya ada di luar negeri.. dan dia anak tunggal.. ” Akupun manggut- manggut tanda mengerti.

Melihat Mbak Veni asyik dengan tabletnya akupun membuka HPKu dan aku buka situs cerita dewasa di mana di sana ada cerita sex. Aku sedikit gelisah karena kontolku terpengaruh pada cerita yuang aku baca, tiba-tiba Mbak Veni mengajakku duduk di luar tapi ada yang salah karena waktu dia mencolek bagian tubuhku secara tidak sengaja dia mencolek kontolku yang bangun dari tidurnya.

Akupun menjadi malu hingga tak kelihat wajah Mbak veni waktu itu. Tambah salah tingkah aku ketika dia mendekatkan wajahnya padaku ” Kenapa sauki.. ka.. mu.. ” Belum sempat kata-katanya selesai aku langsung memburunya dengan mendaratkan bibirku pada bibirnya, saat itu juga Mbak Veni tidak menolak malah dia membalas lumatan bibirku
yang datang tiba-tiba.

kemudian dia melingkarkan tangannya pada leherku, tentu saja aku langsung menrik tubuhnya hingga berada di pangkuanku. Dengan sedikit memiringkan kepalanya Mbak veni melanjutkan melumat bibirku, begitupun aku memblas setiap lumatannya. bahkan tanganku ikut bergerilya meraba-raba tubuhnya dan menekan bibirku ketika dia melumatnya, aku mainkan lidahku dalam mulut Mbak veni.

Setelah tanganku menemukan gundukan lembut di dadanya, akupun meremas gundukan tetek itu. dan membuat Mbak Veni menggelinjang bagai cacing kepanasan sambil mendesah dan terdengar parau di sampingku ” Oouugghh…. oouuuggghh… Sauki… Aaagghh…aaaagghhh… Enak…. sayang… ooouuuggghhh… ” membuatku semakin bergairah untuk segera menancapkan kontolku pada memeknya.

Kini tanganku memegang resleting celananya dan tanpa membuang waktu aku buka resleting itu. kemudian aku membuka celana Mbak veni dengan melorotkannya ke bawah, agak susah tapi sambil melumat dan mengulum bibirnya waktu itu membuatnya tidak terlalu sulit. Akhirnya Mbak veni sudah tidak memakai celana lagi, untuk membuatnya lebih mantap aku buka juga celana dalamnya.

Di sana aku melihat memeknya yang cantik, dengan kedua tanganku aku buka juga celanaku. Hingga kini akupun sama tidak lagi memakai celana, kemudia aku melumat dan memainkan lidahku dalam mulutnya lagi, dan hal itu membuat Mbak Veni semakin bergemuruh saja deru nafasnya. Pelan-pelan aku memasukkan kontolku ke dalam memeknya yang terasa hangat ketika bersentuhan dengan kontolku.

ketika aku bergerak di atas tubuhnya saat itu juga dia kembali mendesah, akupun semakin cepat bergerak maju mundur memainkan kontolku. Dan hal itu membuatnya semakin mendesah panjang ” Oouuugghh… aaaagggghhh… oooouuuggghhh… aaaaggghhh… yaaaaach… terus….. sa…yang…… ” Tambah gencar aku bergerak naik turun di atas memeknya yang sudah terasa basah.

Ketika aku percepat goyanganku karena aku masih ingat kata temanya yang hanya keluar sebentar, akhirnya aku merasakan ada getaran yang menyatu pada selangkanganku dan tumpahlah lendir kenikmatan yang terasa hangat pada memek Mbak Veni. Dan menambah kehangatan memeknya, aku terkulai di atas tubuh Mbak Veni dan tidak berapa lama kemudian kami merapikan diri lagi.

Langsung saja aku pakai bajuku, sedangkan Mbak Veni masuk kedalam rumah sambil membawa celananya. Sepertinya dia masuk dalam kamar mandi temannya itu, dan keluar dengan wajah yang begitu sumringah. Tanpa berkata-kata lagi dia duduk di sampingku dan aku langsung memeluknya diapun tidak menolak bahkan memeluk balik tubuhku, tanpa berpikir lagi kami kembali saling melumatkan bibir.

Cerita Sex Desahan Nafsu Janda Binal | Cerita Dewasa Loe | 4.5