bokepstar.me

Cerita Sex Memek Basah Vega

Sabtu, Januari 16th, 2016 - Cerita Seks 17 Tahun, Cerita Sex

Akhir semester merupakan kenangan yang tak terlupakan bagiku, sebelum menginjakkan kaki ke bangku kuliah saat itu aku mempunyai cerita seks dengan Vega, salah satu temanku waktu SMA. Semua orang memanggilku Robby, aku anak kedua dari 3 bersaudara, saat itu aku masih duduk di SMA kelas 3 dan saat akhir semester aku melakukan permainan seks yang tidak pernah aku duga sebelumnya.

Namanya Vega, dia adalah salah teman sekelasku di sekolah. Sebenarnya Vega sudah pernah menyatakan cinta padaku tapi aku tolak dengan alasan aku sudah mempunyai cewek walau bukan dari sekolah sini juga. Padahal aku menolaknya karena aku tidak tertarik padanya, karena sikapnya yang terlalu over. DEngan penampilannya yang serba mini dan buah dada yang begitu besar, aku tidak mau nanti jadi bahan ledekan teman-teman.

Cerita Sex Memek Basah

Malah ada salah satu temanku namanya Dika, dia bilang kalau aku terima saja cinta Vega, lumayan buat bikin cerita seks dengannya. Namun aku tidak menghiraukan kata-kata Dika, yang memang dikenal sebagai raja bokep di sekolah. Sebenarnya aku pernah menjalin hubungan dengan Diah, teman sekelasku juga tapi hubungan kami hanya berlangsung kurang lebih 4 bulan setelah itu kami putus dengan alasan Diah nggak di izinin buat pacaran sama Ayahnya, padahal aku bilang kalau hubungan kita di rahasiakan saja, tapi tetap saja Diah tidak mau.

Masih aku ingat ketika pertama kali aku mencium Diah, saat itu sedang waktunya istirahat dan aku yang males buat keluar kelas. Akhirnya hanya diam saja di dalam kelas sampai akhirnya datang Diah menghampiri. “Kenapa nggak keluar Rob….?” Katanya sambil duduk di sampingku ” Ngga pa-apa..sudah kamu bareng teman kamu sana…” Kataku pada Diah tapi dia menolak, dan kamipun berdua di dalam kelas.

Saat itu juga aku mencium pipi Diah, dengan malu Diah menunduk namun dengan pelan-pelan aku semakin melumat bibir Diah. ” Jangan Rob..nan..” Belum sempat Diah meneruskan kata-katanya, aku kembali melumat bibirnya dengan begitu buas. Saat tanganku secara tidak sengaja memegang tetek Diah yang masih mungil akupun meremasnya dan saat itu pula dia mendesah “Aaagghh….aaagghhhh..Rob…oogghh..”.

Tapi sebelum kami melakukan lebih tiba-tiba terdengar suara kaki yang mendekat pada kami, ternyata itu adalah teman-teman yang sudah habis jam istirahat. Diah segera pindah tempat menuju bangkunya sendiri, sedangkan aku hanya berani menatap Diah dengan tatapan nafsu yang begitu bergelora, tapi aku tahu kalau saat itu aku tidak boleh berbuat lebih pada Diah.

Sewaktu aku melihat Diah dari belakang , karena kebetulan bangkunya berada di samping depan bangkuku. Aku sempat melihat tatapan Vega padaku, dengan menatap tajam dia seakan cemberut dan langsung menatap ke arah Diah. Tapi aku tidak menghiraukannya karena saat itu yang ada di pikiranku hanyalah DIah dan Diah. Tanpa memperdulikan perasaan Vega yang kala itu sudah menyatakan cintanya, tapi di tolak oleh Robby.

Akhirnya setelah 2 minggu dari kejadian itu, dengan tiba-tiba Diah meminta putus padaku. aku tidak mengerti dengannya, tapi karena sedikit memaksa akupun mau putus dengannya. Dan sejak saat itu aku menjag jarak dengan Diah padahala dalam hati aku masih sangat menyukai Diah, apalagi kami pernah beciuman walaupun bukan seperti dalam cerita seks tapi aku benar-benar menikmati hal itu.

Hingga akhirnya setelah berbulan-bulan, Kamipun menempuh ujian semester akhir. Semua teman-teman bercerita tentang kampus mana yang ingin mereka inginkan. Dan pada suatu ketika aku mendapat sms dari Vega kalau dia ingin berbicara denganku sebelum acara perpisahan sekolah di mulai, akupun menyanggupinya jadilah kami janjian di rumah Vega, sabtu sore.  karena aku sudah tahu alamat Vega, akhirnya aku berangkat dengan motor menuju rumahnya.

Sesampainya di rumah Vega ternyata dia sudah menunggu kedatanganku. Dengan tersenyum dia mengahmpiriku yang msih memarkir motor ” Ayo..masuk..kamu nggak nyasar kan..? Kata Vega dan tanpa malu dia bergelayut manja padaku, sampai-sampai tanganku menyentuh teteknya. Tapi bukannya menepis dia malah semakin mendekap tanganku itu padanya. Setelah sampai di ruang tamu Vega langsung kebelakang dan aku duduk di ruang tamu.

Tidak kurang dari 5 menit Vega datang, akhirnya aku meminum minuman yang dia hidangkan . Sambil mengobrol akhirnya vega mengajakku ke ruang tengahnya, karena tidak ada orang akhirnya aku bertanya ” Kok sepi Ve..kemana keluarga kamu..” Vega langsung menjawab ” Mereka ke luar kota¬† ..paling besok sore baru balik..” katanya. Dan aku melihat Vega menyetel video blue.

Sebenarnya aku yang merasa risih, tapi aku malu jika harus bersikap seperti itu di depan Vega. Akhirnya akupun mengikutinya menonton film blue yang dia putar. Dan benar saja setelah aku mengikuti alur ceritanya, kontolkupun menegang dan berusaha untuk keluar dari dalam celanaku. Vega melihatku yang blingsatan, spertinya dia mengerti dengan segera dia merapatkan tubuhnya pada tubuhku.

Saat itu juga Vega mmegang tanganku dan menciumnya, dan menyusuri bagian tubuhku dia mencium leherku hingga aku kegelian. Setelah itu dengan mesra Vega mencium bibirku akupun membalasnya karena sejak tadi aku sudah ingin melakukan cerita seks seperti ini. DEngan kedua tanganku aku remas teteknya dia menggelinjang, dan membuatku semakin gemas apalagi tanganku tidak bisa meremas seluruh teteknya yang begitu gede.

Sembari meremas teteknya aku cium tetek itu, dan membuat Vega menggelinjangan hingga akhirnya dia pegang kontolku. Dengan cara mengocoknya membuatku menggigit bibir saking enaknya, akhirnya akmipun saling membuka baju dan kini kami sama-sama telanjang. Dengan masih duduk di sofa, perlahan Vega duduk di atasku sambil mengarahkan kontolku pada memeknya, dan ternyata tidak begitu sulit memasukkan kontolku pada memeknya karena memek Vega sudah basah, sehingga seperti sudah ada pelumasnya.

Dengan gerakan turun naik Vega menggoyang kontolku, hingga dia sendiri mendesah “Ooouuwww….aaauuggghhh……..oooughhh….ooouuugghhh…” saat itu Vega semakin mempercepat goyangannya. Sampai akhirnya aku rebahkan dia ke sofa ruangan itu, dengan cepat aku masukkan kontolku pada memek Vega kemudian aku hujam dengan keras kontolku, hngga membuat Vega merem melek di buatnya.

Semakin cepat aku menggoyang Vega, semakin tidak karuan dia mengeluarkan kata-kata desahan. “Ooouuuwww….ooouugghh…..Rob…..bi…te..rus…sa…yang..aagghh” DEngan mendekap tubuhku kembali Vega bilang ” Aaaagghhh….uuuuggghhh…oooooggghhh..ooogghhh..Aku…su..dah…” Dansaat itu pula Vega memeluk tubuhku engan begitu erat dan aku merasakan memeknya semakin basah.

Tidak berlangsung lama kemudian akupun merasa kalau akan memuncratkanspermaku, dan benar saja “Aaagghh..Ve…aaagghh….ini….sa..yang…” Dengan mengejang aku luapkan spermaku pada memek Vega, karena banyak sampai-sampai memek Vega tidak mampu menampungnya. Jadilah sperma itu keluar dari dalam memek VEga, sungguh sebuah cerita seks yang sulit untuk aku lupakan.

Cerita Sex Memek Basah Vega | Cerita Dewasa Loe | 4.5