Cerita Sex Ngentot Akibat Terbawa Nafsu

Jumat, Januari 29th, 2016 - Cerita Ngentot ABG, Cerita Sex
download

Pergaulan di kota ini memang sudah kelewatan batas, sampai- sampai aku yang dulu memegang teguh prinsip ingin menjaga kesucianku akhirnya pupus sudah karena terjerat sebuah nafsu yang sudah tidak tertahan, bahkan lebih gila lagi keperawananku hilang pada orang asing di malam itu. Tapi jauh di lubuk hatiku aku tidak merasa kecewa sekalipun sampai sekarang aku tidak tahu siapa dia.

Namaku Vita aku seorangĀ  wanita yang sudah memasuki usia 23 tahun, setelah menyelesaikan kuliah di kotaku. Akhirnya aku berangkat kekota besar ini untuk bekerja di sebuah perusahaan swasta, sebagai gadis kota aku sering berkumpul dengan teman-teman baik di cafe ataupun club malam. Seperti malam itu, aku yang meskipun sering pergi bareng teman tapi tidak sekalipun.

Cerita Sex Terbawa Nafsu

Aku pernah melakukan cerita sex, hingga akhirnya aku mengukir cerita terbaru dalam hidupku. Malam itu aku pergi satu club malam karena ada salah satu temanku sedang ngadain party di sana. Seperti biasa aku minum apalagi malam itu aku di suguhkan banyak minuman dan untuk tidak membuat kecewa temanku yang ngadain acara akupun minum entah sampai berapa gelas.

Karena akhirnya aku tidak memperdulikan semua itu, hingga akhirnya semua temnanku yang terdiri dari cewek semua akhirnya melantai dan tanpa tahu pasangan kami, kami sudah ada pasangan masing-masing. Hingga akhirnya aku yang setengah sadar tahu kalau aku bersama dengan seorang cowok yang bertubuh atletis cakep pula. dan entah darimana awalnya kami tiba di sebuah hotel.

Dengan bergelayut pada lengannya aku memeluk dia, setelah sampai di kamar hotel dia menyosor menciumku bagai orang yang sudah paham akan permainan seperti itu akhirnya aku balas menciumnya, bahkan ketika dia membuka bajuku aku tetap membiarkannya mungkin karena pengaruh alkohol hinga aku merasa tubuhku panas dan butuh penyaluran kala itu. Padahal ini merupakan cerita terbaru dalam hidupku.

Dan kini berdiri pria ganteng di hadapanku, ketika di kulum habis bibirku aku memberinya keleluasaan hingga akhirnya diapun membuka bajunya sendiri. Kini tubuh bugil kami saling berdekapan dan akupun merasakan ada yang mengganjal pada perutku, aku memandangi wajah orang itu tapi karena memang sudah teler aku tidak dapat memandangnya dengan jelas.

Tapi ketika dia turun menyusuri tubuh bugilku, aku terdiam dan berusaha untuk tetap berdiri. Hingga akhirnya dia lumat memekku sambil memegang pantatku dari belakang agar aku tidak terjatuh. Dia mainkan mulutnya pada memek itu sambil sesekali dia hisap bagian tengahnya ” Oouugghh…nik..matnya…oouugghhh…te..rus..” Aku mendesah dan aku berpegangan pada kepalanya.

Karena tidak tahan juga akhirnya aku terjatuh pada kasur yang tidak jauh dari tempatku berdiri. Kini dengan tubuh yang sudah terlentang membuat dia semakin leluasa melumat dan meainkan memekku, dengan menghisapnya kini dia malah semakin memasukkan satu jarinya pada lubang memekku akupun menjerit karena sakit pada awalnya tapi setelah itu enak juga.

Dengan meremas-remas tetekku sendiri karena dengan begitu menambah rasa nikmat dalam permainanku. Akupun mengerang karena semakin lama dia ngemot memekku yang sudah bash aku rasa “OOuugghh…nik…mat…a..ku..be..lum..pernah…me..ra..sa..kan..hal ini..sa..yang..pelan..pe..lan..” Rupanya dia mendengarkan kata-kataku karena aku merasa kini dia begitu lembut menyentuhnya.

Dia buka semakin lebar pahaku entah apa maksudnya, ternyata dia mencium-ciumkan kontolnya pada bibir kemaluanku. Rasa geli aku rasakan pada sekujur tubuh bugilku, dan ini baru pertama kali aku rasakan “Oouugghh….te…rus…sa,…yang..oouugghh…eeeeggghhh..” Setelah itu kembali dia merangkak di atas tubuhku dan tetekku menjadi permainan selanjutnya.

Dia menghisap satu pentilku sedangkan tangannya yang satui meremas tetekku yang satunya lagi “eeegghhmmm….eeegghhmmmm…eeegghhmmm…e..nak…sa..yang…” Katanya sambil membenamkan wajahnya pada tetekku yang masih ranum dan belum terjamah sekalipun. Aku membelai rambutnya bahlkan kini aku berani menggapai-gapai kontolnya dengan tanganku.

Setelah memegang kontolnya aku bersiap melakukan kuluman pada kontolnya itu tapi dia menolaknya. Dengan cara mendorong tubuhku hingga terlentang lagi, dengan memiringkan tubuhku dia masukkan kontolnya pada memnekku dari samping. tapi berkali-kali pula melesat akhirnya aku bilang “Ini..perta..ma..kali…sa..yang..pe..lan..pe..lan..” Kataku.

dan aku lihat dia kembali menciumku dengan mesra, akhirnya dia membuat kuterlentang dan kembali dia mencium mesra bibirku. Saat itu juga akulihat dia perlahan menuntun kontolnya masuk dalam memekku, akupun membantunya menemukan lubang yang pas setelah itu dia gerrakkan perlahan pantatnya, hingga membuat aku merasa bagai di sodok oleh sesuatu yang begitu besar.

Tapi ketika dia goyang dengan lembut akupun tersenyum, dia menciumku lagi dan meneruskan goyangan maju mundurnya lagi. Semakin lama semakin tidak beraturan saja hentakkan kontolnya “Uugghh…uuuggghh…uuugghhh…uugghhh…uuugghh…” Aku mendengar dia mendesah sama dengan gerakan tubuhnya yang semakin cepat dan keras hingga akupun mengimbangi dengan gerakan pantatku juga.

Dengan cara menggoyang ke kanan dan kekiri aku mencoba mengimbangi permainannya “Oouugghh…oouugghh…te..rus..sa.yyang…ooouugghh..” Terus aku mendesah karena semakinlama semakin nikmat saja dalam selangkanganku, hingga ketika kontolnya menyodok memekku dengan keras saat itu juga aku menjerit bahkan sampai terangkat tubuhku dan akupun menggigit pundaknya.

Tapi dia membiarkan hal itu, kini dia kembali menggoyang dengan perlahan. Nikmat sekali kalau sudah begini pikirku, Aku belai punggungnya yang sudah basah oleh keringat, begitupun tubuhku sudah bermandikan keringat ” Sa..yang..kayak…ta..di…ya..” Kataku padanya, dengan terbaring miring dia kemudian memegang panatku dan memasukkan kontolku dari belakang .

Kalau awalnya tidak bisa kini dengan tubuh yang sudah basah di tambah memekku juga licin, dengan mudah kontolnya masuk dalam lubang memekku. “E..nak..sa..yang…..” Katanya sembari menggoyang tubuhku sambil membelai ramnbutku juga. Tapi semakin lama gerakannya kembali semakin tidak terkendali. Bahkan kini dia mengerang dan aku rasa bersamaaan.

Dengan larva kental yang keluar daridalam kontolnya “Aaagghhh…aaagghh…aaagghh..aaagghh….ooouugghhh..” Katanya sedangkan aku merasa nikmat juga, bahkan aku membiarkan dia menumpahkan spermanya pada lubang memekku, dan aku dekap tubuhnya. Malam itu kami berpelukan di tempat tidur yang empuk itu. Hingga akhirnya setelah terbangun dari lelah kami.

Kamipun saling bergumul dengan menganngkat tubuhku yang melingkarkan kakiku pada tubuhnya. Dia membawaku kedalam kamar mandi, dan kamipun mandi bersama di sana kami sempat bercanda mesra bagai sejoli yang sudah lama mengenal, hingga akhirnya kami kembali bercinta dan bergumul dengan lebih dahsyat dan lama malam itu. Dan tanpa terasa hari sudah siang.

Karena ketika terbangun aku lihat jam sudajh pukul 10 siang, akupun beringsut dari sana lalu pergi meninggalkan dia yang masih tertidur pulas, dan sejak saat itu aku tidak pernah bertemu dengannya. Sering aku merasa kangen padanya, walau hanya samar-samar aku lihat wajahnya malam itu. Tapi dalam hati aku igin bertemu dengannya lagi. Hingga pada suatu hari.

Setelah satu bulan lebih, aku mendengar kalau anak dari direktur perusahaan ini akan menggantikan posisi ayahnya. Berarti akan ada direktur baru, sebagai karyawan kami lebih rajin lagi mulai dari on time ketika tiba di kantor dan lain sebagainya karena kami dengar dia begitu sportif orangnya dan dingin pula sikapnya, mendengar tentangnya saja aku keder di buatnya.

Hari itu aku berangkat kantor agak siang karena terlambat bangun. Dan aku mendapat teguran langsung dari atasan dan dia bilang kalau mau beretemu denganku, dengan perasaan takut aku menghadapnya. Tiba di sana aku menunduk dan dia bilang ” Sudah ..lam aku cari kamu Vita..” Aku mendongakkan kepalaku, saat aku lihat siapa di depanku, aku kaget.

tanpa malu aku peluk dia sambil berkata ” Kamu kemana saja..aku kangen juga…” Dia membalas pelukanku, tapi ketioka aku sadar akupun mundur dan berkata ” Maaf..” dan menunduk lagi, tapi dia mendekat padaku dan berkata “Apa kamu akan meninggalkan aku lagi…” Kembali aku menatapnya dia tersenyum dan merengkuh tubuhku dalam peluknya, akupun membalasnya.

Cerita Sex Ngentot Akibat Terbawa Nafsu | Cerita Dewasa Loe | 4.5