Bokep

Cerita Sex Ngentot Bertiga Dengan Suamiku

Minggu, Januari 31st, 2016 - Cerita Hot Selingkuh, Cerita Sex

Aku seorang ibu rumah tanggga yang sudah memiliki satu orang anak. Yang baru berusia 5 tahun, namaku Vivi, sedangkan suamiku seorang security di salah satu Bank swasta. Yang biasa aku panggil Mas Ben karena nama panjangnya Benny Sutanto, saat ini umurnya sudah 35 tahun. Karena beda 5 tahun denganku maka kami merupakan pasangan yang serasi, walau itu semua bukan suatu ukuran.

Untuk mengetahui ataupun mengukur kebahagiaan seseorang, tapi yang namanya jodoh akhirnya aku bertemu dengannya. Dengan cara di jodohkan oleh sepupuku sendiri. Satu tahun perkawinanku masih seperti pasangan yang lain, tapi menginjak tahun kedua suamiku berubah. Bukan dalam sikap kesehariannya tapi dia berubah di saat bercinta denganku.

Seperti dalam cerita dewasa terbaru, suamiku selalu meminta untuk di layani nafsunya. Bukan hanya ngentot 2 sampai 3 kali seminggu tapi hampir tiap hari dia selalu meminta untuk aku melayaninya di atas ranjang. Bahkan ketika aku mengandung anakku, tiap harinya dia selalu meminta jatah bahkan sehari saja bisa 3 kali, sampai -sampai aku lelah dan letih juga melayaninya.

Cerita Dewasa Bertiga

Masih terbayang dalam ingatanku ketika aku dalam keadaan hamil tua, dia memintaku untuk melayaninya hampir 3 jam lebih. Hingga aku sampai kecapekan bahkan hampir pingsan juga. Sebenarnya aku sudah muak juga dengan buasnya nafsu yang dia punya, tapi sebagai seorang istri mau tidak mau aku harus melayaninya , kapanpun dan dimanapun walau badan sudah letih sekalipun.

Hingga akhirnya setelah menginjak usia 7 tahun pernikahan kami dan anakku sudah menijak usia 5 tahun. Aku melihat gelagat mencurigakan pada suamiku, pernah suatu hari aku menangkap basah dirinya sedang selingkuh dengan temanku sendiri. Namanya Fira saat itu aku baru pulang dari mengantar anakku ke rumah neneknya, karena seperti biasa tiap hari minggu dia kesana.

Sebenarnya aku pulang sampai sore atau siangan, tapi entah kenapa hari itu aku hanya mengantar anakku sehabis itu langsung pulang. Karena ada Bu Via tetanggaku sedang berjalan di depan rumah akupun menyapanya dan mematikan mesin motorku sebelum sampai di rumah, setelah itu aku dorong motorku. Dan memasukkannya dalam garasi, terlihat mobil suamiku di sana.

Aku menghela nafas panjang, karena aku merasa letih bagaimana kalau nanti dia minta jatah lagi padaku. Tapi siapa tahu dia tidur pagi ini, akupun mengendap masuk supaya dia tidak mendengar langkahku. Tapi baru beberapa langkah masuk dalam rumah, aku mendengar desahan orang sedang bercinta,  aku dekati suara itu, dan benar saja aku melihat suamiku sedang bercinta.

Sungguh seperti cerita terbaru, mereka sama-sama telanjang dengan posisi Fira berada di atas tubuh suamiku yang telanjang juga. Fira menggoyang tubuhnya, sambil membelai tubuh bugil Fira suamiku mendesah “Aaagghh…aaagghh…..uuuaaaagghhh…oooggghh…” katanya sembari menepuk pantat Fira yang bergerak diatasnya. Fira seperti orang yang sedang menduduki sesuatu yang mengganjal.

Dia terus bergoyang bagai sedang menunggang kuda ” Mas…Ben….ooouuugghhh…enak…Mas….Vivi…pinter goyang..nya..ya..Mas…” Katanya dan saat itu suamiku hanya tersenyum sepertinya dia sudah menemukan partner yang sebanding dengannya,  akupun pergi dari tempat itu dan menuju ke dapur .  saat itu juga aku membuatkan teh buat mereka karena aku yakin mereka akan kecapekan setelah ini.

Kembali kedalam ruangan kerja suamiku, tapi aku masih menunggu mereka berhenti dari permainannya karena aku tidak mau mengganggu. Kini posisi suamiku sudah berubah dia berada di samping meja kerjanya sambil berdiri sedangkan Fira menungging dan berpegangan pada meja . Dengan bergerak maju mundur suamiku menggoyang tubuh Fira yang sudah berkeringat.

Ketika mereka akan berganti posisi kembali. Fira berdiri dan langsung terbaring di atas meja itu lagi, sedangkan suamiku hendak menindih tubuhnya tapi ketika dia mendongak dan melihat ke arah pintu dia terkejut  “Sayang kamu…”  Begitupun Fira dia hendak berdiri tapi aku langsung masuk dan berkata  ” Sudah Fir..nggak pa-apa
kalian terusin saja..”  kataku dengan santainya.

Aku mendekat sambil membawa teh tadi ” aku sudah melihat kalian dari tadi.. jadi bnenar nggak papa..ayo lanjutkan..” Suamiku mengerti akan maksudku karena hal ini sudah pernah kami bahas. Kalau aku pernah menyuruhnya mencari wanita lain karena aku tidak mampu melayani nafsu buasnya. Fira masi berdiri dengan wajah ketakutan tapi aku tersenyum padanya.

Suamiku langsung berkata ” Sa..yang sepertinya fira tidak mau jika kamu tidak ikut bergabung..” Dasar hyper pikirku, akupun membuka bajuku dan mendekat pada mereka, saat itu jugasuamiku mencium seluruh tubuhku. Dan aku lihat Fira melumat kontol suamiklu yang saat itu sedang berdiri. Aku tidak mau capek akhirnya aku terlentang di atas meja panjang itu.

Kemudian suamiku memasukkan kontolnya padaku tapi aku tolak dan meminta Fira untuk kembali bergoyang .Dengan masih berdiori Fira pun menungging dan seperti tadi Mas Ben menghujamkan kontolnya dari belakang “oouugghh…ooouugghh..oouugghhaaagghh…enak…sa..yang..” Kata suamiku entah dia bilang pada siapa karena kontolnya menembus memek Fira.

Sedangkan tangannya meremas tetekku, yang terbaring miring menyaksikan perbuatan mereka. Fira menahan kenikmatan karena dia gigit bibirnya dari tadi bahkan dia mengerang mengikuti goyangan suamiku “Oouugghh…oouugghhh..Mas…Ben…oouugghhh…Fi..ra..nggak..kuaat..” Katanya sambil ikut meremas tetekku, saat itu juga aku terbuai nafsu.

Dengan pura-pura cemberut aku bilang “Vivi..pingin juga…Mas…kayak gitu..” Seketika Mas Ben merangkak naik dan membiarkan Fira yang sudah memuncak, aku lebarkan pahaku hingga terlihat lubang memek yang siap mengapit kontol besar Mass Ben. Ketika dia hujamkan kontolnya aku langsung meraih tubuhnya untuk aku peluk, hingga Fira hanya bisa memainkan telornya dari belakang.

Dari situ aku tahu kalau masih ada rasa cemburu dalam hatiku, Mas Ben semakin lama semakin cepat bergoyangnya bahkan saking kerasnya tetekku sampai bergoyang juga, akhirnya dia pegang tetekku sambil meremas-remasnya. “Oouuugghh….. mas… ooouuugghhh… ooouuugghh.. ooouugghh…” Terus bergoyang membuat aku semakin ingin menuntaskan kepuasan ini juga.

Aku ikut bergoyang dari bawah tubuh mas Ben, dan diapun mempercepat goyangannya. Dari tadi aku merasa begitu puas bahkan lendir kenikmatan keluar dari dalam memekku beberapa kali dari tadi, tapi aku tidak mau melepas Mas Ben buat Fira. Akhirnya Mas Ben mengerang panjang “Aaaagghh…..aaaagghh…aaagghhhh..” Dia dekap erat tubuhku dan muncratlah spermanya.

Saat itu juga aku lihat Fira membersihkan dengan lidah dan bibirnya bahkan sampai pada lubang memekku yang penuh sperma mas Ben dia hisap dan di jilatnya juga. Hingga aku merasakan geli lagi. Mas Ben terbaring di sampingku, dan Fira kembali memainkan kontol yang baru mengeluarkan larva itu. Kasihan juga melihatnya karena itu aku membiarkannya memainkan kontol mas Ben.

Akupun bangun dan kembali masuk ke dalam rumah untuk mandi membersihkan diri. Setelah selesai mandi kembali aku lihat ruang kerja suamiku, ternyata Fira masih berusaha membangunkan kontol suamiku. dan terlihat kalau kontol itu menggeliat lagi dan siap untuk menerkam. Aku hanya tersenyum sambil berlalu karena aku ingin segera beristirahat dan membiarkan mereka mengukir cerita terbaru.

Cerita Sex Ngentot Bertiga Dengan Suamiku | Cerita Dewasa Loe | 4.5