Bokep

Gairah Nafsu Seorang Bispak

Rabu, Agustus 24th, 2016 - Cerita Ngentot ABG, Cerita Sex

Seharian aku menunggu kekasihku di stasiun ini, tapi dia belum muncul juga. Akhirnya akupun memutuskan untuk pergi sendirian dari kota ini, tanpa dia bersamaku aku yakin kalau dia tidak mau mengambil resiko untuk kabur bersamaku. Karena aku memang kabur dari rumah di hari pernikahanku dengan cowok yang dipilihkan oleh kedua orang tuaku, dan aku tidak mau hal itu terjadi.

Namaku Nayla umurku baru 21 tahun, dan itu hanya sepenggal kisah hidupku. Aku ingin menceritakan kisah nyata hidupku, mungkin dengan begini aku dapat melupakan kekasihku yang aku anggap mencintaiku sepenuh hatinya. Sejak SMA aku sudah berhubungan dengannya dan layaknya anak muda sekarang kamipun pernah melakukan adegan seperti dalam cerita sex.

Gairah Nafsu Seorang Bispak

Karena itu aku begitu mencintainya, Sandi namanya dia adalah laki-laki pertama yang menjamahku. Bahkan aku berhubungan dengannya hampir tiga tahun lamanya dan di saat kedua orang tuaku menjodohkan aku dengan pilihan mereka, akupun mengajak Sandi untuk kabur bersamaku. Sebenarnya aku lihat dia agak ragu melakukannya tapi aku memaksa dengan alasan kalau aku mencintainya dan tidak ingin menikah dengan orang lain.

Seperti yang sudah di janjikan aku pergi ke stasiun tempat kami janjian, tapi berkali-kali aku telpon dia tidak juga di angkat. Sampai akhirnya aku tahu dia dengan sengaja tidak mengaktifkan ponselnya, karena malu dan juga gugup akupun pergi ke kota Jakarta ini hanya dengan berbekal keberanian dan sedikit uang dari kampung, apalagi aku kecewa dengan sikap Sandi.

Di kota inipun aku segera mencari pekerjaan mulai dari warung-warung kecil sampai akhirnya aku di terima di salah satu stand kecantikan di salah satu mal terkenal di Jakarta. Aku tidak menampik kalau aku memiliki wajah yang lumayan cantik dan kulitku juga putih bersih meskipun aku dari kampung. Mungkin karena itu aku di terima kerja disni meskipun tanpa pengalaman sedikitpun.

Tapi karena sudah bekerja di stand kosmetik akhirnya aku menjadi fasih bermake up. Dan semakin terlihat bersinar saja wajahku, ibarat mutiara yang belum pernah dia asah kini aku semakin cantik. Apalagi kini aku juga bisa di bilang modis di dalam berpenampilan, sungguh aku lihat diriku sendiri jauh ketika baru saja menginjak pertama kali kota besar ini.

Namun karena pengaruh dari kota besar juga akupun terperangkap dalam dunia malam, sering pulang dari kerja aku bersama temanku dugem dulu. Sampai akhirnya akupun lebih memilih dunia itu daripada harus bekerja di mal, tentu saja pekerjaan yang tidak jauh dari berbuat mesum. Layaknya pemain adegan dalam cerita sex, dan di club itu namaku di kenal dengan panggilan Lala bukan lagi Nayla.

Kini akupun tidak lagi tinggal di tempat kost yang hanya satu kamar, tapi aku tinggal di rumah kontrakan yang lumayan luasnya. Akupun menikmati pekerjaanku apalagi aku sudah tidak perawan lagi begitu sampai di kota ini, karena itu aku berganti dari pria satu ke pria lainnya. Semakin tinggi dia membayarku maka aku semakin lengket padanya karena aku melakukan adegan cerita sex tanpa perasaan.

Hingga akhirnya aku mengenal seorang pria pengunjung tetap club ini, memang dia baru sebulan main ke tempt ini. Dan selama itu juga ku tidak pernah melihatnya membawa pasangan apalagi gadis penghibur dari sini, dia hanya minum dan meninggalkan tempat ini begitu sudah mabuk. Aku tahu kalau dia bernama Biyan seorang pria yang berumur 30 tahunan dan memiliki wajah tampan dan tubuh yang gagah juga.

Pada suatu malamaku melihat Biyan masuk dan seperti biasa dia memesan minuman, akupun membawa pesanannya dan bermaksud menemaninya minum. Tapi rupanya saat itu dia sedang gundah karena membuat aku kaget, bukan hanya aku tapi pengunjung yang lain juga ikut kaget mndengar dia berkata “Sudah ..aku nggak utuh di temani.. sana kamu hostes..” Teriaknya padaku.

Sontak saja aku kaget dan langsung saja aku melarikan diri masuk ke dalam toilet, di sana aku menumpahkan kesedihanku. Bagaimana ku tidaksedih kalau orang yang selama ini aku kagumi ternyata hanya menganggap aku seorang bispak yang tidak berharga di matanya, datang Vio temanku dia masuk lalu memelukku yang menangis sesenggukan menahan rasa skit dalam hatiku.

Hingga malam berikutnya aku tetap datang ke tempat ini, dan tidak berapa lama kemudian aku melihat Biyan. Segera aku memalingkan muka lalu pergi menjauh darinya. Tapi aku kaget ketika dia menarik tanganku sambil berkata “Maaf.. aku tidak bermaksud seperti itu..” Akupun menarik tanganku kembali tapi dia lebih kuat dariku malah aku lihat Biyan memberikan isyarat pada bodyguard yang ada d club tersebut untuk membiarkannya menarikku.

Sampai akhirnya dia membawaku dengan mobilnya, aku hanya bisa mengikutinya dan sampai juga ku di sebuah rumah yang lumayan mewah menurutku. Dia membawaku masuk dan berkata sambil berjongkok di depanku yang sudah duduk di atas sofa “Maaf.. Lala.. aku berbuat seperti itu bukannya kenapa tapi aku cemburu setiap melihat kami bersama pria-pria mesum itu..” Akupun terkejut.

Tanpa berkata apa-apa Biyan kembali melanjutkan perkataanya “Sebenarnya ku tertarik padamu, karena itu aku mengikutimu selama ini dan ternyata kami bekerja di club itu.. aku sering memesan minuman hingga tagihannya besar untuk menarik perhatianmu.. tapi..” Belum sempat dia menjelaskan akupun langsung mendaratkan bibirku pada bibirnya dan kamipun saling lumat.

Aku tidak mengira kalau cowok selama ini yang menjadi tambatanku ternyata juga menaruh hati padaku. Kamipun sama-sama melumat bibir kami masing-masing bahkan nafas kami berdua sama-sama menggebu “OOOouuuggggghhh….. aaaagggghhhh…. Laaaa….la…. saaa… yaaaang.. aaaaaagagggggghhhh… aaaggghh..” Tanganku mulai beraksi dengan kontolnya yang aku pegang.

Dalam sekejab kamipun sama-sama telanjang bulat, dan kontan saja aku menindih tubuh Biyan yang terlentang di bawah tubuhku. Dengan perlahan aku tuntun kontolnya masuk dalam memekku “Oooooouuuggghhhh……. aaaaaagggggghhh… aaaaaagggghh.. ooouugghh.. ooouugghh… aaaaaagggghh… oouuuggh… aaaaggggggghhhhhhhhhh.” Aku bergerak turun naik di depan kontol Biyan yang menegang tegak.

Dia terus mendesah karena gesekan kontolnya pada memekku semakin hangat kurasa “OOOuuuggggghhhh…. ooouuggghh.. La…laaa… aku… nggaaaak… aaaagggghhh…… aaaagggghhh…. aaaagggghhhh…” Aku tidak menduga kalau BIyan akan begitu cepat menumpahkan permanya dalam memekku, dia agak malu saat kutatap matanya karena kini kontolnya sudah lemas.

Dia memelukku sambil berkata “Maaf.. aku begitu mencintaimu karena itu aku nggak kuat menahannya terlalu lama..” Aku tersenyum dan memeluknya dengan mesra, aku tidak igin mengecewakn pria ini. Karena bisa melakukan adegan seperti dalam cerita sex saja bersamanya sudah meruapakn mimpi yang terwujud bagiku. Aku peluk dan berkali-kali aku kecup bibirnya yang begitu seksi.

Gairah Nafsu Seorang Bispak | Cerita Dewasa Loe | 4.5