Bokep

Kontol Gede Om Surya

Minggu, Oktober 2nd, 2016 - Cerita Seks 17 Tahun, Cerita Sex

Aku seorang gadis yang masih duduk di kelas 3 SMU, saat ini aku sering mendengar cerita mesum dari teman-temanku sendiri seperti cerita seks 17 tahun. Dan tidak jarang aku melihatnya di sosial media tentang hal itu karena sekarang sudah lumrah orang melakukan adegan seperti dalam crita ngentot dan sebagainya. Tapi aku belum pernah melakukannya karena aku masih malu-malu jika sedang berduaan dengan pacarku.

Kontol Gede Om Surya

Namaku Linda dan pacarku bernama Andi dia salah satu teman kelasku. Bukan cuma aku tapi dia Andi juga sama dia begitu pemalu bahkan ketika kami jadian aku lebih dulu yang menyatakan cinta padanya, di sekolah aku di kenal dengan kecentilanku karena aku rame orangnya. Begitu juga di rumah aku selalu ribut dengan adikku yang kini masih kelas 2 SMP dan kami memang dua bersaudara.

Ayahku bekerja sebagai sales sedangkan ibuku bekerja di sebuah pusat pertokoan, dan aku sering sendirian di rumah karena adikku Dion jarang pulang ke rumah paling dia datang ketika hari sudah malam. Seringkali aku membaca cerita seks di gadgetku dan akupun sering membayangkan hal itu karena aku tidak munafik kalau sebagai seorang gadis akupun ingin melakukannya.

Tapi aku begitu malu pada Andi ketika kami jalan bareng karena dia biasanya hanya mengajakku ke sebuah tempat makan lalu pulang. Tidak lebih dari itu padahal terkadang aku memancingnya dengan menceritakan tentang perbuatan mesum yang dilakukan teman kami namun Andi tidak pernah mencoba menciumku sedikitpun. Aku tahu kalau dia malu dan aku juga tidak berani memulainya terlebih dahulu.

Ayah seringkali istirahat di rumah ketika hari beranjak siang dengan mobil salesnya dia bawa juga temannya. Dan yang paling aku kenal adalah Om Surya dia sales juga dan merupakan teman ayah, tapi Om surya masih muda usianya baru 26 tahun. Tapi aku biasa memanggilnya om Surya karena dia merupakan teman ayahku, penampilannya jauh dari pekerjaan sales apalagi dia begitu tampan orangnya.

Bahkan aku sering bersikap manja padanya layaknya pada ayahku sendiri, dan diapun begitu sayang padaku. Pernah sekali aku bertemu dengan om Surya di sebuah tempat makan saat itu aku sedang jalan bareng temanku ketika memasuki tempat makan tersebut aku melihat om Surya sedang duduk sendirian akupun segera menghampirinya dan memperkenalkan pada teman-temanku sebagai cowokku.

Teman-temanku pada rame tidak percaya “Bukannya kamu pacaran sama Andi.. Lin…?” Dengan mantap aku menjawab ” Dia tuh pacaru di sekolah kalau ini cowokku yang asli..” Berusaha meyakinkan teman-temanku, karena aku selalu di bilang pacaran sama orang culun. Karena itu aku mengaku kalau om Surya adalah pacarku apalagi aku memang suka padanya bahkan aku ingin sekali menjadi pacarnya.

Tapi kejadian yang tidak mengenakan akhirnya terjadi, sebelum aku pergi dengan teman-temanku tiba-tiba “Hei.. sudah lama sayang nunggunya..” Suara wanita mengejutkan aku dan dia langsung saja menghampiri om Surya lalu menciumnya “Waaah.. ternyata kamu diselingkuhin Liiindaaa..” kata temanku saat itu juga ku pergi dari sana dan tidak aku hiraukan teriakan om Surya dan juga teman-temanku.

Sebenarnya aku malu sekali karena itu akupun menjadi lebih tertutup baik di sekolah maupun di rumah. Sampai akhirnya om Surya datang ke rumah karena dia mendengar dari ayahku kalau aku sakit begitu dia masuk dalam kamar dan memgang keningku aku menepisnya “Kamu panas Lin… nggak ke dokter… periksa yuk..” Aku menjawab ketus “Nggak usah..” Kataku.

Lalu aku mendengar mamaku berkata “Sudah Om kita tinggalin aja.. dia sering jutek sekarang..putus cinta kali” Kata mama karena dia memang biasa bercanda denganku, dan aku melihat om Surya meninggalkan kamarku. Sepertinya dia mengetahui kalau aku kecewa padanya karena bukan hari itu saja dia datang ke rumah, tapi hampir setiap hari bahkan sering membawa oleh-oleh untukku.

Sampai akhirnya aku mengajak om Surya ke sebuah tempat wisata yang masih berada di kotaku. Diapun mau dan jadilah tepat hari minggu kami pergi kesana, aku senang seklai karena om Surya membawa mobil dan kami hanya berdua saja. Sesampainya di tempat wisata pantai itu kamipun berjalan menyusuri pantai bahkan aku tidak malu untuk menggandeng tangan om Surya.

Saat aku sedang duduk sendiri di bibir pantai dan om Surya sedang membelikanku minuman. Tiba-tiba aku merasa aneh karena om Surya begitu lama membelinya akhirnya akupun mencarinya dan tidak lama kemudian akupun melihatnya sedang mengobrol dengan seorang wanita ketika aku dekati ternyata wanita yang mengaku pacar om Surya dulu, dari pembicaraanya aku dengar kalau wanita selingkuh.

Tapi dia mencoba meyakinkan om Surya kalau pria yang bersamanya adalah temannya, ketika di tanya kenapa dia perg wanita itu hanya mengelak. Karena cukup lama juga aku melihat mereka cekcok akhirnya akupun menghampiri “Ayo..sayaang..kok lama sich…” Kataku dengan sengaja langsung menggandeng tangan Om Surya dn aku mendengar wanita itu teriak pada om Surya.

Namun kita semakin erat bergandengan tangan malah aku melihat om Surya dengan mesra merangkul bahuku. Senangnya hatiku meskipun aku tahu semua itu hanya untuk membuat wanita itu cemburu. Om Surya mengajakku pulang tapi aku bilang kalau kita mendingan istirahat disini saja dulu,diapun akhirnya mau mskipun aku lihat ada kekecewaan di matanya ketika om Surya memesan dua kamar.

Akupun langsung menyela untuk memesan satu kamar saja, bukankah kita hanya istirahat sebentar bukannya menginap akhirnya om Suryapun memesan satu kamar. Begitu sampai di dalam kamar kami langsung rebahan aku rebahan di atas sofa sambil menonton TV sedangkan om Surya terbaring di atas tempat tidur. Aku menatap ke arahnya dia menatap ke atas langit-langit tanpa berkedip sedikitpun.

Dengan perlahan aku mendekatinya bahkan aku dengan berani menciumnya “Linda apa yang kamu lakukan..” Kata om Surya kaget tapi aku tetap menciumnya bahkan aku semakin nekat dengan melumat bibirnya sebagai laki-laki normal akhirnya om Surya membalas lumatan bibirku dan tangannya mulai menggerayangiku sehingga akupun menggelinjang d buatnya karena terasa geli dan nikmat seluruh tubuhku.

Akupun mendesah seperti pemain dalam adegan cerita seks 17 tahun, aku terus mendesah panjang “Eeeeuuummmppphhh….. aaaaaahhhhhh…. aaaaahhhhhh… sssssshhhhh… om…. aaaahhhh… aaaaaahhhhh…. eeeeehhhhh..” Kataku dan om Surya semakin bermain dengan lidahnya dalam mulutku, akupun di buat memejamkan mata untuk menikmati permainan ini aaaahhhh nikmatnya.

Aku tersentak kaget ketika mulut om Surya berada di puting buah dadaku “Oooouuuwwwww…. aaaaahhhhh…. aaaaaaaahhhh… niiiikkkmmmmaaaaaatttt…. ooom…. aaaahhhh… teruuuuuuuussssss… Oooommm…. aaaaahhhhh…” Dia berganti dari puting yang satu dengan puting yang lainnya sedangkan tangannya mulai meremas dengan penuh kelembutan dan terasa nikmatnya.

Ketika om Surya mencoba memasukkan kontolnya dalam memekku, aku sempat menunduk melihat kontolnya dan “Aaaaaggghhh…oom besaar sekaliii…. aaahhhhh…” Om Surya tersenyum lalu dia berbisik sambil terus mengesekkan kontolnya pada memekku “Linda sudah pernah mencoba ini..” Aku mengeleng sambil menjawab “Nggak..Linda liat di video om..” Dia tertawa lirih dan berhasil menancapkan kontolnya.

Kedalam memekku akupun kembali berteriak “Oooouuggghh… omm… aaaagggggghhhh… aaaaagggghhhhh ….. aaaaaggggghhhhh… aaaaaggghh..” Tapi lama kelamaan nikmat juga akhirnya dan akupun mendesah dengan nikmatnya “Aaaahhhhh…. aaaahhhhhh… aaaahhh.. niiiikmaaaat.. Oooom… aaahhhhh..” Om Surya menciumku berulang kali dan semakin cepat pula dia menggerakan pinggulnya.

Tidak lama kemudian dia mengerang saat itu juga aku merasa kontolnya semakin dalam dan lama-kelamaan semakin kecil “OOOUUuuggghh… aaagggghh… Lindaaa… saayang… aaaagggh.” Om Surya memeluk erat tubuhku dan akupun memeluknya dia terkulai lemas, aku tahu dia sudah klimaks tapi aku masih ingin terus melakukan adegan seperti dalam cerita seks ini dan akupun dengan manja kembali memintanya, om Surya hanya tersenyum.

Kontol Gede Om Surya | Cerita Dewasa Loe | 4.5