Nafsu Membara Seorang Gadis Binal

Jumat, April 8th, 2016 - Cerita Seks 17 Tahun, Cerita Sex
download

Aku seorang pria yang sudah berusia 34 tahun namun masih belum menikah, karena selama ini aku begitu pemilih di dalam mencari seorang cewek. Dan beberapa kali pula aku menjalin hubungan dengan seorang wanita dan biasanya aku memilih wanita yang lebih dewasa dari apa aku atau paling tidak dia seumuran denganku, karena aku tidak mau juga berhubungan dengan seorang gadis.

Kebanyakan dari mereka hanya bersikap manja dan kekanak-kanakan, dan aku tidak suka hal itu. Apalagi setiap berhubungan aku selalu melakukan hubungan intim layaknya dalam adegan cerita seks, pernah juga aku berhubungan dengan seorang janda bersamanya sebenarnya aku sudah ingin melangkah ke jenjang yang lebih serius lagi tapi kemudian dengan mataku sendiri.

Gadis Binal

Aku melihatnya dia melakukan adegan seperti dalam cerita seks dengan pria lain, dan sejak sat itu aku tidak percaya dengan wanita yang lebih dewasa mempunyai pemikiran yang lebih dewasa. Karena seorang janda saja bisa membodohi aku selama ini, dan sejak saat itu aku yakin kalau tidak semua gadis juga akan bersikap kekanakan seperti yang aku pikirkan.

Karena itu kini aku berkenalan dengan seorang gadis lewat sosial media, kami begitu dekat pada akhirnya setelah hampir beberapa bulan berhubungan sampai akhirnya dia mengajaku untuk mengadakan pertemuan. Karena memang dia berasal dari kota yang berbeda denganku, jarak kota kami berkisar sekitar 6 jam perjalanan jika di tempuh dengan mobil pribadi.

Namanya Gina seorang pelajar SMU yang duduk di kelas 3, dari yang aku kenal dia begitu dewasa pemikirannya karena itu aku langsung nyambung begitu mengobrol dengannya meskipun hanya lewat bbm ataupun via telpon. Aku menjemput Gina di stasiun sesuai dengan waktu yang telah kami tentukan, ketika sampai di stasiun aku celingukan melihat ke kanan dan ke kiri tapi belum juga aku temukan.

Sampai akhirnya ada seseorang yang menepuk pundakku, saat aku menoleh saat itulah aku melihat Gina gadis yang selama ini menemani aku mengobrol dan sering mendengar keluh kesahku juga. Perasaanku masih tidak menentu saat itu tapi aku di kejutkan oleh pelukan hangat dari Gina, dia memeluk tubuhku yang saat itu masih terasa bergetar hebat karena baru pertama kali melihat Gina secara langsung.

Setelah sadar kalau Gina memelukku akupun langsung membalas pelukannya ” Hai… capek ya… ” Kataku sekedar basa basi begitu mata kami beradu, Dia tersenyum sambil menganggukan kepalanya dan aku lihat betapa cantiknya wajah Gina bahkan lebih cantik dari layar hp jika kami berbicara lewat video call, tiba-tiba aku di kejutkan oleh gurauan dari Gina.

Yang dengan lembut berkata ” Ayo… lagi ngelamunin apa?” Katanya dengan manja dan bersikap seperti ketika kami ngomong via telpon ” Bukan ngelamun tapi masih nggak nyangka saja kamu ada di depanku… ” Jawabku sok romantis di depannya. Dan aku lihat Gina tersenyum lebih lebar lagi semakin cantik saja aku melihatnya, sampai akhirnya akupun mengajaknya menuju ke parkiran mobil.

Setelah itu aku mengemudikan mobil menuju hotel yang telah aku pesan sebelumnya, sesampainya di sana aku masih mengajaknya masuk kedalam restauran yang ada di hotel tersebut. Meskipun agak telat akupun mengajaknya makan siang dan aku memang melihat Gina begitu kecapekan selesai makan akupun mengantarnya kedalam kamar yang telah aku pesan.

Sebentar aku mengajaknya mengobrol lalu aku menyuruhnya untuk segera mandi agar bisa menyegarkan tubuhnya. Gina mengikuti saranku diapun langsung mandi setelah aku lihat dia keluar dengan masih menggunakan handuk akupun pamit ” Gina.. aku pergi dulu.. mungkin nati malam aku datang lagi dan akan aku ajak kamu jalan-jalan mengenal kota ini…. ” Dia terlihat kaget.

Lalu mendekat padaku sambil berkata ” kenapa sudah mau pergi emang aku nggak seperti yang kamu harapkan…. ” Aku menjadi sedih melihatnya dengan lembut aku memegang tangannya ” Bukannya begitu Gina.. aku senang kamu ada di sini… ” Belum selesai aku mengutarakan kata-kataku Gina langsung mencium bibirku yang sedari tadi memang ingin mengecup bibir Gina yang terlihat menggoda.

Sebagai laki-laki yang sudah sering melakukan adegan seperti dalam cerita seks, akupun langsung memeluk tubuh Gina yang masih terlilit handuk hotel aku telusuri wajahnya dengan lumatan bibirku, saat itulah aku lihat dia melepas handuknya sendiri sehingga terlihat dengan jelas tubuh mulusnya di depanku. Aku sempat menghela nafas di depan Gina.

Tiba-tiba dia sudah mendorong tubuhku sambil terus melepas pakaian yang melekat padaku. Dengan penuh gairah aku lekatkan bibirku pada bibirnya ” Ooouuugghhh…. ooouuuggghhh…. aaaaaggggghhh…. aaaaaaaggghhh…. aaaaaaggghhhh…… ” Desah GIna terdengar begitu menggairahkan semakin liar pula aku memainkan lidahku di dalam rongga mulutnya.

Kemudian akupun mencoba memasukkan kontolku ke dalam memeknya, Gina menuntun tanganku untuk mencari lubang memek yang pas buat kontolku ” OOOouugghh.. ya… di.. si.. tu.. mas…. aaaggghhhh…. aaaaggggggghhhhh….. aaaaagggggghhhhh…. aaaaaaaggghhh…. sa… yang….. aaaaagggggghhh… ” Begitu panjang desahan yang di keluarkan oleh Gina.

Ketika aku bergerak dengan semakin cepat di atas tubuh mulusnya dia kembali mendesah ” OOooouugghh… aaaaaggghh… mas…….. aaaggghhh…. nik… mat… sa.. yang…. aaaagggghhhh… aaaagggghh… ” Melihat Gina begitu menikmati goyangan pantatku semakin cepat pula aku melakukan hal itu bahkan aku kecup kening basah Gina yang memejamkan matanya menikmati goyangan pantatku.

karena lama juga akhirnya kami berdua sama mengerang lebih keras lagi ” OOouuwww… ooouuugghh…. sa.. yang… aku.. nggak… ta… han…. aaaggghhh.. ” Saat itulah muncrat spermaku kedalam lubang memek Gina yang terasa hangat. Dengan tubuh yang tidak lagi bertenaga akupun memeluk tubuh Gina yang masih memeluk tubuhku dengan penuh kelembutan dan kamipun tertidur sore itu.

Nafsu Membara Seorang Gadis Binal | Cerita Dewasa Loe | 4.5