Bokep

Ngentot Bokong Semok Tante Delia

Jumat, Februari 26th, 2016 - Cerita Dewasa Tante, Cerita Sex

Namaku Adam sudah berusia 28 tahun dan sudah memilki seorang anak yang masih duduk berumur 2 tahun. Tapi aku sudah bercerai dengan istriku setahun yang lalu, karena perbedaan prinsip membuat kami selalu bertengkar dan memilih untuk berpisah pada akhirnya. Namun kami berada di kota yang sama meskipun agak jauh, tapi dapat menemui anakku sesuka hatiku itu sudah cukup bagiku.

Selama satu tahun juga belum pernah aku menjalin hubungan yang serius dengan seorang wanita, yang ada aku hanya pergi ke tempat hiburan malam jika ingin melakukan adegan dalam cerita ngentot. Sekedar hanya untuk melepas kangen permainan di atas tempat tidur, karena wajar jika seorang pria seperti aku membutuhkan hal itu apalagi aku masih enggan untuk mencari pasangan hidup.

Ngentot Tante Delia

Sebagai pengganti mantan istriku, namun akhirnya aku bertemu dengan seorang wanita dewasa yang begitu membuatku bergairah kembali padahal umurnya sudah menginjak 42 tahun. Tapi entah kenapa sejak berkenalan dengan dia aku menjadi lebih bergairah lagi di dalam menjalani kehidupan, apalagi di dalam adegan cerita ngentot yang sering kami lakukan.

Aku memanggilnya tante Delia dengan umur yang sudah menginjak kepala 4 namun dia begitu terlihat segar. Dari yang aku dengar dia bilang kalau dia memang belum sekalipun menikah dengan alasan takut di duakan, padahal dia sukses dalam karirnya. Dan untuk urusan materi jangan diatanyakan lagi, karena mobil pribadinya saja berupa mobil sport yang hanya ada dalam bayanganku saja.

Tapi pertama kali mengenal tante Delia aku tidak tahu kalau dia adalah wanita yang bisa di bilang kaya. Saat itu aku melihatnya di dalam salah satu club malam, ketika dia sedikit mabuk aku membawanya ke rumahku karena aku tidak mau membiarkannya mabuk di club itu apalagi aku lihat dia tidak ada teman, sejak saat itu tante Delia sering menghubungi aku meskipunawalnya kami hnya sebatas teman.

Tanpa status itulah hubungan kami berlanjut pada kedekatan yang lebih intim. Meskipun kami tidak langsung mengutarakan dari salah satu mulut kami namun sejak kami melakukan adegan seperti dalam cerita ngentot sejak itulah aku menganggap kalau hubungan kami sudah serius. Dan aku lihat tante Delia juga suka pada hubungan yang kami rajut.

Sering dia menungguku ketika aku pulang dari kantor, meskipun aku bilang kalau aku membawa mobil sendiri namun tetap saja dia melakukan itu. Tapi akhirnya akupun yang mengalah membiarkan mobilku tetap di parkiran kantor sedangkan aku pulang dengan mobil tante Delia meskipun dengan cara sembunyi dari teman kantorku, bukannya malu jalan sama tante tapi karena dia memiliki materi yang begitu mewah menurutku.

Berulang kali juga tante Bilang agar aku tidak melihat hal itu semua, dan emmintaku untuk menganggapnya biasa saja. Seperti hari ini aku mendapat BBm kalau dia akan menjemputku dan akan membawaku ke salah Villanya malam ini, karena besok adalah weekend jadi kamia memang sering keluar kota jika ada waktu. Dari jauh aku sudah melihat mobil tante sudah ada di parkiran kantorku.

Segera aku mendekatinya kemudian aku menyapanya dengan mesra ” Sudah lama nunggunya sayang… ” Dia tersenyum dan berkata ” Nggak baru saja kok… ” Langsung aku kecup keningnya sebelum akhirnya aku melajukan mobil dengan perlahan meninggalkan parkiran mobil. Tanpa mampir kerumahku dulu langsung aku mengendarai mobil menuju Villa tante Delia yang sudah pernah aku kunjungi.

Kurang lebih dari 2 jam kamipun sampai di Villa itu, aku langsung masuk begitupun tante Delia. Di dalam aku langsung memeluk tubuh seksinya namun dia berkata padaku ” Sudah sayang kamu istirahat aja dulu.. entar aja mainnya… ” Lalu dia berlalu dari hadapanku menuju kamarnya, akupun mengikutinya dari belakang. Ketika tante Delia masuk kedalam kamar mandi aku masih renbahan di atas tempat tidur.

Tapi ternyata aku ketiduran di sana, sampai akhirnya aku mencium aroma makanan yang begitu menyengat hidungku. Begitu aku membuka mata dan bangun terus menuju dapur yang berada di samping ruang tengah di sana aku melihat tante Delia sudah memakai pakaian santai sambil memasak, akupun memeluknya dari belakang dengan mesranya ” Ayo makan malam dulu habis itu kamu mandi ah… biar seger… ” Katanya manja.

Selesai makan aku langsung menuju kamar mandi dan setelah melakukan hal itu, aku kembali ke ruang tengah melihat tante Delia yang asyik menonton. Akupun menghampirinya lalu mematikan TV yang di depannya, dengan merentangkan tangan aku mencoba menarik perhatian tante Delia dan diapun mengerti dengan menghampiri aku dia langsung masuk dalam dekapanku.

sambil meraba-raba dadaku dan hal itu membuatku merasakan geli, saat itulah aku buka baju malamnya yang begtitu tipis kemudian aku bopong tubuh tante Delia kedalam kamar tidurnya. Di sanalah kami berdua langsung melakukan adegan cerita ngentot yang memang sudah lama kami belum lakukan karena kesibukan kami berdua. Erat tangan tante Delia memelukku.

Dengan perlahan aku rebahkan tubuh tante Delia yang sudah tanpa busana , kemudia aku telusuri setiap lekuk tubuhnya dengan lidahku. Terlihat dia menngelinjang pasrah ” Ooouuggghh… aaaaagggghhhh… aaaaaghhh…oouuugghhh… terus sayang… aaaaagghh… aaaagghhh… ” Tante memejamkan mata menikmati permainan lidahku, saat itu juga aku menindih tubuhnya.

Kemudian aku memasukkan kontolku kedalam memek wangi tante Delia, dia menggeliat sesaat menahan kontolku yang serasa penuh dalam memeknya. Lalu aku goyang pinggulku dengan gerakan melambat awalnya namun lama kelamaan akupun cepat bergerak diatas tubuhnya ” Oouugghhh… eeeeuummpphh… eeeeuummmpphh… aaaaghh.. aaaghh… ” Mungkin karena sudah lama tidak melakukan aedgan cerita ngentot itu.

Tidak berapa lama dari itu, kemudian aku merasa kalau kontolku bergerak-gerak di dalam memek tante Delia. Akhirnya muncrat sudah lendir kental dari kontolku memenuhi memek tante Delia yang sedari tadi memang menunggu hal itu. Akupun mengejang sambil terus memeluk tubuh bugil tante Delia, diapun membalas dekapan eratku sambil mencium berkali-kali wajahnya.

Ngentot Bokong Semok Tante Delia | Cerita Dewasa Loe | 4.5